Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 14 September 2017 | 22:23 WIB
  • Menkes Minta BNN Segera Identifikasi PCC

  • Oleh
    • Beno Junianto,
    • Bimo Aria
Menkes Minta BNN Segera Identifikasi PCC
Photo :
  • VIVA.co.id/Istimewa
obat PCC (Paracetamol Cafein Carisoprodol) yang diduga narkoba jenis baru serupa Flakka yang membuat penggunanya mengalami gangguan jiwa.

VIVA.co.id – Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) segera mengidentifikasi kandungan obat sekaligus menetapkan status zat yang menyebabkan puluhan anak-anak dan remaja dilarikan ke beberapa rumah sakit di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

"Jika ini terbukti zat psikotropika, saya mengingatkan agar masyarakat berhati-hati terhadap NAPZA yang mengganggu kesehatan. Kami berharap agar BNN menginvestigasi secepatnya,” ujar Nila dalam keterangan tertulis yang diterima VIVA.co.id, Kamis 14 September 2017.

Nila menyebut, pasien yang kini dirawat berusia antara 15-22 tahun. Mereka mengalami gangguan kepribadian dan gangguan disorientasi. Sebagian datang dalam kondisi delirium setelah menggunakan obat berbentuk tablet berwarna putih bertuliskan PCC.

"Informasi tentang adanya penyalahgunaan NAPZA (Narkoba, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya), yaitu PCC di Kota Kendari benar adanya,” ujar Menkes.

Sebelumnya, temuan kasus ini bermula dari video yang diviralkan via Facebook warga Kendari pada 13 September 2017 turut menjadi perhatiannya.  Dari laporan awal terdapat sekitar 50 pelajar dan pegawai dirawat di sejumlah rumah sakit.

Mereka mengalami gejala gangguan mental usai mengonsumsi obat-obatan, seperti Somadril, Tramadol, dan PCC (Paracetamol Cafein Carisoprodol). Ketiga jenis obat itu dicampur dan diminum secara bersamaan dengan menggunakan minuman keras oplosan.

Akibatnya, seorang siswa kelas 6 Sekolah Dasar (SD) dilaporkan meninggal. Dikabarkan pula Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kendari paling banyak menangani korban. (ase)