Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 15 September 2017 | 11:00 WIB
  • Dirut PDAM Banjarmasin Diduga Turut Diamankan KPK

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Edwin Firdaus
Dirut PDAM Banjarmasin Diduga Turut Diamankan KPK
Photo :
  • VIVAnews/ Muhamad Solihin
Penyidik KPK tengah memeriksa barang bukti. Foto ilustrasi

VIVA.co.id – Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan lima orang di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terkait kasus dugaan suap pembahasan peraturan daerah setempat.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, lima orang tersebut, di antaranya anggota DPRD, pihak swasta dan pejabat BUMD. Informasi dihimpun, pejabat BUMD dimaksud yakni Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banjarmasih, berinisial M.

"(Selain itu ) Tim juga mengamankan sejumlah uang," kata Agus Rahardjo melalui pesan singkat, Jumat, 15 September 2017.

Kelima orang yang diamankan, lanjut Agus, saat ini sedang diperiksa di Mapolda Kalimantan Selatan. Dia memastikan usai pemeriksaan, kelimanya akan dibawa ke KPK di Jakarta.

"Mereka segera dibawa ke kantor KPK di Jakarta untuk tahapan lebih lanjut, dan dalam waktu maksimal 24 jam status pihak-pihak yang diamankan akan ditentukan," kata Agus.

Belakangan, KPK makin intensif melakukan operasi tangkap tangan di sejumlah daerah. Pada Rabu, 13 September 2017, KPK menangkap Bupati Batu Bara, Sumatera Utara, Oka Arya Zulkarnain bersama empat orang lainnya karena diduga menerima suap kasus pengurusan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di lingkungan Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Usai diperiksa secara intensif, KPK menetapkan kelimanya sebagai tersangka, mereka adalah Bupati Batu Bara, OK Arya Zulkarnain; Kadis PUPR Batu Bara, Helman Herdadi; Selaku pemilik dealer mobil di Kabupaten Batubara, Sujendi Tarsono; serta dua kontraktor, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar.