Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 15 September 2017 | 13:39 WIB
  • Djarot Usulkan Gratis Masuk Ancol, Asal Tarif Parkir Tinggi

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Eduward Ambarita
Djarot Usulkan Gratis Masuk Ancol, Asal Tarif Parkir Tinggi
Photo :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat.

VIVA.co.id – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta jajaran pemprov mempertimbangkan usulan menggratiskan tarif masuk kawasan wisata Ancol untuk masyarakat umum.

Menurutnya, ada berbagai cara mengenakan tarif bagi pengunjung selain akses masuk. Dia mewacanakan, tarif parkir dibebankan setiap jamnya.

"Iya itu sudah digagas (akses gratis Ancol) lama juga ya. Yang masuk di situ itu, yang kena itu harusnya parkir mobilnya. Ya enggak?" kata Djarot di Balai Kota, Jakarta, Jumat 15 September 2017.

Djarot mengatakan, dengan dikenakannya biaya parkir tinggi dan masuk wahana tidak akan mengurangi pendapatan PT Pembangunan Jaya Ancol selaku pengelola.

Cara itu lseperti yang dilakukan Monumen Nasional (Monas) dengan tak mengenakan tarif masuk, kecuali hendak ke atas tugu.

"Sekarang masuk di Monas bayar enggak? Enggak. Tetapi ketika anda mau memanfaatkan fasilitas naik ke atas, pakai daftar, gitu dong," ujar mantan Wali Kota Blitar ini.

Ia mendorong agar wacana menggratiskan masuk kawasan wisata Ancol direalisasikan. Kemudian, pihak pengelola bisa menerapkan biaya parkir kendaraan yang tinggi. "Per jam katakanlah, baru kalau masuk ke wahana baru bayar. Dengan cara seperti itu Pasar Seni di situ hidup, tetapi tetap dikontrol pemanfaatannya, tidak kumuh," ungkapnya.

Selain itu, Djarot juga menyoroti sistem pembayaran di Ancol yang masih menggunakan sistem lama atau cara tunai. Berbeda dengan Monas yang sudah menggunakan e-ticketing untuk masuk Tugu Monas. Baginya, sistem pembayaran konvensional sudah ketinggalan zaman, di tengah zaman yang mendorong transparansi.