Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 16 September 2017 | 11:04 WIB
  • Klarifikasi Polri Soal Pertemuan dengan Enembe

  • Oleh
    • Syahrul Ansyari,
    • Irwandi Arsyad
Klarifikasi Polri Soal Pertemuan dengan Enembe
Photo :
  • VIVA.co.id/istimewa
Kepala BIN Budi Gunawan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Gubernur Papua

VIVA.co.id - Kepolisian Republik Indonesia membenarkan pertemuan antara Kepolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kepala BIN Jenderal Polisi Budi Gunawan, Kapolda Sumatera Utara Irjen Paulus Waterpauw dan Gubernur Papua Lukas Enembe. Tapi Polri membantah jika pertemuan itu terkait dengan adanya deal politik Pilkada 2018 di Papua dan Pilpres 2019.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Rikwanto mengatakan, pertemuan itu dilakukan guna pendekatan kultural untuk antisipasi konflik di Papua. Apalagi tahun 2018 mendatang, Papua akan menggelar Pilkada. Untuk itu, kata Rikwanto, dipandang perlu dilakukan konslidasi terutama menyangkut dengan aspek keamanan.

"Beberapa kali catatan konflik horizontal yang terjadi di Papua karena dampak dari Pilkada 2017 seperti di Lany Jaya, Intan Jaya dan Puncak Jaya. Pertemuan antara Kapolri, Kapala BIN, Gubernur Papua Lukas Enembe dan Irjen Paulus Waterpauw, selaku putra daerah Papua adalah untuk mencari solusi terkait pencegahan, penanganan dan antisipasi konflik horizontal," kata Rikwanto melalui keterangan tertulis, Jakarta, Sabtu, 16 September 2017.

Rikwanto menjelaskan, pendekatan yang dilakukan oleh Paulus Waterpauw selaku putra daerah Papua dan Gubernur Papua Lukas Enembe, dengan cara pendekatan kultural dipandang sangat tepat.

"Maka diharapkan masyarakat Papua dapat menyambut dan melaksanakan Pilkada serentak pada 2018 dengan baik tanpa terjadi konflik apapun," ujarnya.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini mengatakan bahwa Kapolri dan Kepala BIN tentu saja punya kepentingan terkait dengan situasi keamanan di Papua. Maka antisipasi dan pencegahan konflik perlua dilakukan sejak saat ini.

"Polri dan aparat intelijen yang mempunyai kemampuan untuk melakukan deteksi dini dan pencegahan dini atas ancaman, wajib untuk menjaga Papua tetap aman," katanya.

Rikwanto menegaskan bahwa isu yang beredar di media sosial yang menyebutkan terjadi deal politik terkait Pilkada Papua, merupakan isu yang tidak benar.

"Koordinasi keamanan Lukas Enembe, Paulus Waterpauw, Kapolri dan Kepala BIN tersebut sekaligus membantah kabar di media sosial yang menyebutkan bahwa terjadi deal politik terkait Pilkada Papua. Kapolri, Kepala BIN, Lukas Enembe dan Paulus Waterpauw sebagai pejabat negara tidak mempunyai kepentingan atas pilihan politik, namun sebagai aparat negara yang bertanggung jawab atas keamanan tentu saja wajar jika melakukan koordinasi demi terjaminnya keamanan Pilkada 2018 di Papua," katanya.