Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 16 September 2017 | 13:14 WIB
  • Tol Bawen-Salatiga Resmi Beroperasi

  • Oleh
    • Syahrul Ansyari,
    • Dwi Royanto (Semarang)
Tol Bawen-Salatiga Resmi Beroperasi
Photo :
  • VIVA.co.id/ Dwi Royanto.
Jalan tol Bawen-Salatiga.

VIVA co.id - Ruas jalan tol Semarang-Solo seksi III Bawen-Salatiga resmi dioperasikan pada Jumat, 15 September 2017. Untuk sementara jalan tol sepanjang 17,60 kilometer itu masih digratiskan untuk masyarakat karena masih tahap uji coba.

Direktur Utama PT Trans Marga Jateng, Yudi Krisyunoro, mengatakan operasional ruas tol Bawen-Salatiga setelah terbitnya sertifikat laik fungsi jalan tol dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat tertanggal 24 Agustus 2017 serta sertifikat laik operasi dari Kepala Badan Pengatur Jalan Tol tertanggal 14 September 2017.

"Soft opening operasional tol Bawen-Salatiga ini dibuka perdana sore kemarin pukul 16.00 WIB dan masih gratis," kata Yudi.

Namun demikian, selama operasional sementara ini hanya diperuntukkan untuk kendaraan kecil golongan II. Sementara untuk jenis bus dan truk masih dilarang. Begitu juga masalah pemberlakuan tarif yang masih menunggu terbitnya Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

"Prediksinya kita juga belum tahu SK-nya turun. Insya Allah di bulan ini. Harapannya bisa cepat," katanya.

Meski dioperasikan dalam tahap uji coba, Yudi memastikan standar pelayanan minumum (SPM) jalan tol sudah terpenuhi seratus persen sesuai dalam Peraturan Menteri PUPR nomor 16/PRT/M/2017 tanggal 17 Oktober 2014.

Pengoperasian ruas seksi III ini sekaligus menandai perubahan sistem transkasi tol. Sistem transaksi saat ini menggunakan sistem terbuka akan menggunakan sistem tertutup sesuai dengan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT).

Sempat Molor

Yudi mengakui bahwa operasional ruas tol yang dikerjakan sejak Agustus 2015 lalu itu sendiri memang sempat molor. Semula, tol Bawen-Salatiga akan dioperasikan pada 28 Agustus 2017 lalu. Melesetnya jadwal operasi itu, menurutnya, terjadi karena beberapa hal teknis, seperti menunggu selesainya uji kelaikan dari Dirjen Perhubungan Darat serta Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

"Ada juga aturan baru yang dipersyaratkan harus layak uji dari Komisi Keselamatan Jalan dan Terowongan. Nah karena banyak persyaratan harus gantian jadwalnya," katanya.

Beroperasinya ruas Bawen-Saltiga sendiri, lanjut Yudi, melengkapi opersional seksi I Semarang Ungaran sepanjang 10,85 kilometer serta seksi II Ungaran-Bawen sepanjang 11,99 kilometer. Sehingga secara keseluruhan  jalan tol seksi I sampai III sepanjang 40 kilometer.

"Target untuk Trans Jawa Semarang-Solo sepanjang 72,64 kilometer bisa beroperasi semuanya tahun depan," katanya.

Tol Panorama

Ruas tol Bawen-Salatiga sendiri sempat mendapatkan perhatian publik dengan keindahannya. Titik keindahan berada di gerbang tol Salatiga yang memiliki latar gunung Merbabu. Gerbang tol itu bahkan banyak disebut sebagai gerbang tol terindah di Indonesia. Selain itu, keindahan juga tampak di ruas jembatan Tuntang.

Sebelum resmi dibuka, PT Jasa Marga dan PT Trans Marga Jateng juga telah membuat event khusus menyambut dibukanya tol panoramik tersebut. Festival jalan tol digelar dengan melibatkan masyarakat untuk bersepeda dan acara jalan sehat yang diikuti 5.000 orang.