Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 16 September 2017 | 20:37 WIB
  • Pancuran Air Emas Kakbah di Museum Al Haramain

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Eko Priliawito
Pancuran Air Emas Kakbah di Museum Al Haramain
Photo :
  • H Eko Priliawito - VIVA.co.id
Jemaah haji berada di Museum Al Haramain yang terletak di Ummul Joud

VIVA.co.id – Selain mengisi waktu dengan mengunjungi Jabal Tsur, Jabal Nur, dan Jabal Rahmah, jemaah haji dapat mengunjungi Museum Al Haramain yang terletak di perbukitan Ummul Joud, Kota Mekah.

Lokasinya berada sekitar 10 kilometer dari Masjidil Haram. Museum ini menyimpan banyak sejarah tentang perkembangan Islam. Terutama koleksi sejarah perkembangan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah.

Berdekatan dengan pabrik pembuatan kiswah atau kain pembungkus kakbah, musem ini juga dikenal dengan nama The Exhibition of Two Holy Masques Architecture. Museum ini dibangun Raja Fadh bin Abdul Aziz pada tahun 1990. 

Saat pertama memasuki museum, akan tampak sebuah maket wajah Masjidil Haram di masa depan, setelah dilakukan renovasi dan perluasan, yang kini diperkirakan sudah dikerjakan 80 persen pada wujud aslinya.

Menurut Kepala Sub Direktorat Transportasi Kementerian Agama.Subhan Cholid, di museum ini banyak tersimpan benda bersejarah. 

Mulai dari tangga baitullah yang terbuat dari kayu Saaj pada 1240 Hijriah, pintu Kakbah, display Makom Ibrahim, kiswah Kakbah dan alat pemintal kiswah. Juga display Hajar Aswat.

"Pada ruang pertama, kita juga dapat melihat prasasti pendirian Masjidil Haram dari zaman Abasiah, Otoman sampai zaman modern sekarang," kata Subhan Cholid

Selain itu, di museum ini tersimpan benda paling menakjubkan di Kakbah, yakni pancuran air yang terbuat dari emas. Pancuran air emas ini biasa terpasang di atas Hijir Ismail pada bagian Kakbah.

Ada juga menara-menara penyangga bagian dalam Kakbah. Contoh potongan penyangga Kakbah ini berasal dari tahun 65 hijriah.

Kemudian ada juga ruangan khusus berisi manuskrip dan berbagai naskah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Ada juga foto-foto yang menggambarkan perkembangannya, juga ada perpustakaan Masjid Nabawi. Dengan ciri khasnya adalah percetakan Alquran.

"Ditampilkan juga mushaf Alquran yang ditulis pada zaman Utsman bin Affan yang tidak ada titiknya apalagi harakatnya. Juga Alquran yang dipahat di batu," katanya.

Berpindah ke ruangan lain, kita juga dapat melihat replika sumur zamzam. Sumur ini seperti sumur-sumur di daerah. Untuk mengambil airnya masih menggunakan timba. (ase)