Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 17 September 2017 | 05:38 WIB
  • Disindir Pencitraan, Jokowi Tetap Kirim Bantuan ke Rohingya

  • Oleh
    • Jujuk Ernawati,
    • Agus Rahmat
Disindir Pencitraan, Jokowi Tetap Kirim Bantuan ke Rohingya
Photo :
  • Agus Rahmat/VIVA.co.id
Jokowi lepas bantuan untuk pengungsi Rohingya.

VIVA.co.id – Presiden Joko Widodo, alias Jokowi tetap mengirimkan bantuan untuk pengungsi etnis Rohingya di perbatasan Bangladesh-Myanmar, meski Prabowo Subianto mengktritiknya hal yang dilakukan tersebut hanya pencitraan.

Pihak Istana memastikan, bantuan lanjutan akan terus dikirim menggunakan pesawat Hercules ke daerah Chittagong, Bangladesh. Dari Chittagong, dibawa lagi ke daerah Cox Bazar yang berjarak 170 kilometer. Daerah ini adalah yang terdekat dengan ratusan ribu pengungsi etnis Rohingya.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam siaran persnya memastikan, pemerintah terus mengirim bantuan, apapun yang dikritik pihak lain.

Dia menjelaskan, pesawat Hercules A 1319 dan A 1316 yang membawa bantuan itu tiba Sabtu siang, 16 September 2017, di Bandara Internasional Shah Amanat, Chittagong, Bangladesh.

"Kedua pesawat tersebut membawa bantuan kemanusiaan seberat 19,8 ton, yang terdiri dari 10 ton beras, makanan siap saji, lampu, tenda, dan selimut," katanya.

Dengan begitu, selama tiga hari bantuan yang disalurkan Indonesia untuk hampir 720 ribu jiwa pengungsi Rohingya, sudah mencapai 54 ton. Bahkan, jumlah itu belum mencukupi kebutuhan sehari-hari para pengungsi.

"Belum cukup. Walaupun ada juga bantuan-bantuan dari negara-negara lain," ujar Direktur Tanggap Bencana Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), Junjungan Tambunan.

Perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangladesh, Eka Wiediyantiningsih mengatakan, bantuan dari Indonesia sudah tiba di Kota Coxs Bazar, kota terdekat dengan daerah pengungsi Rakhine State.

"Untuk penyalurannya, itu kita serahkan kepada pemerintah setempat, pemerintah daerah bekerja sama nanti dengan organisasi-organisasi internasional," ujar Eka.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto melayangkan sindiran kepada pemerintahan Jokowi yang mengirimkan bantuan untuk pengungsi Rohingya di Bangladesh. Dalam sambutannya, saat aksi bela Rohingya yang berpusat di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu 16 September 2017, Prabowo menilai 'suara' Indonesia tidak akan didengar pemerintah Myanmar.

Usaha pemerintah untuk menekan penguasa di Myanmar, baru akan berhasil jika Indonesia memang telah dianggap sebagai negara yang besar.

"Percaya sama saya, kalau kita kuat, pasti kaum Rohingya dapat kita bantu. Kalau pun kita sekarang kirim-kirim bantuan, saya nilai itu pencitraan saja. Bahkan, kadang bantuan pun tak sampai," kata Prabowo di depan ribuan peserta aksi bela Rohingya.

Menurut mantan Danjen Kopassus ini, sebelum membantu negara lain, Indonesia memang harus lebih dulu kuat, sehingga negara lain, termasuk Myanmar tidak akan meremehkan dan tentunya setiap aspirasi yang dilontarkan akan didengar negara lain.

"Kita harus memperkuat diri, supaya orang dengar kita bicara. Terus terang saja, negara kita sedang dalam keadaan tidak punya uang karena kita utang terus, kita pinjam uang untuk biaya, kita pinjam uang," katanya.