Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 1 Oktober 2017 | 18:56 WIB
  • 28 Desa di Zona Kawasan Rawan Bencana Gunung Agung

  • Oleh
    • Finalia Kodrati,
    • Bobby Andalan (Bali)
28 Desa di Zona Kawasan Rawan Bencana Gunung Agung
Photo :
  • VIVA.co.id/Bobby Andalan
Gunung Agung Bali

VIVA.co.id – Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, menyebut jika desa yang masuk zona Kawasan Rawan Bencana (KRB) imbas status awas Gunung Agung bertambah satu. Sebelumnya, Pastika mendapat laporan jika terdapat 27 desa yang masuk zona KRB.

"Kemarin saya diberitahu ada 27 desa terdampak. Tapi ternyata bertambah jadi 28 desa dari 78 desa yang ada di wilayah Karangasem," kata Pastika di Posko Utama Tanggap Bencana Tanah Ampo, Kabupaten Karangasem, Minggu 1 Oktober 2017.

Satu desa tambahan itu yakni Desa Bungaya Kangin. Sebelumnya, ada 27 desa yang dinyatakan terdampak dalam radius 9 kilometer dan sektoral 12 kilometer imbas level Gunung Agung dinaikkan menjadi awas. Kawasan terdampak itu berada di 6 kecamatan, yakni Kubu, Abang, Karangasem, Bebandem, Selat, dan Rendang. Desa-desa itu adalah Desa Rubaya, Desa Kubu, Desa Dukuh, Desa Batu Ringgit, Desa Sukadana, Desa Ban, Desa Tianyar, Desa Pidpid bagian atas, Desa Nawakerti, Desa Kesimpar, Desa Datah bagian atas, serta Desa Ababi bagian atas dan barat.

Desa lainnya adalah Kelurahan Padangkerta, Kelurahan Subagan, Kelurahan Karangasem dekat Tukad Janga, Desa Buana Giri bagian atas, Desa Budakeling, Desa Bebandem bagian atas, dan Desa Jungutan. Kemudian ada Desa Duda Utara, Desa Amerta Buana, Desa Sebudi, Desa Peringsari bagian atas, Desa Muncan bagian atas, Desa Besakih, Desa Menanga bagian atas, dan Desa Pembatan bagian atas.

Dengan begitu, Pastika melanjutkan, sisanya sebanyak 50 desa aman dari bahaya bencana Gunung Agung sesuai rekomendasi PVMBG. "Artinya apa, ada 50 desa yang aman dengan asumsi bahaya itu sampai 12 kilometer dari puncak kawah. Di luar itu ada 50 desa. Sehingga, 50 desa ini diasumsikan aman kalau pun terjadi erupsi sesuai perkiraan yang dibuat PVMBG," tutur Pastika.

"Ini bukan saya yang menentukan, bupati juga bukan, tapi menurut perhitungan ilmiah berdasarkan alat-alat PVMBG dan pengalaman letusan tahun 1963. Dengan itu ditentukan radius itu 12 kilometer dan ada 28 desa terdampak," tambah Pastika. (one)