Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 2 Oktober 2017 | 16:17 WIB
  • Obat Sakit Kepala Herbal Pertama di Indonesia Diluncurkan

  • Oleh
    • Ririn Aprilia
Obat Sakit Kepala Herbal Pertama di Indonesia Diluncurkan
Photo :
Obat Sakit Kepala Herbal Pertama di Indonesia Diluncurkan

VIVA.co.id – Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan, prevalensi gangguan sakit kepala yang dialami orang dewasa secara global pada tahun 2016 mencapai 50 persen. Jumlah ini diderita sekitar setengah sampai tiga perempat orang dewasa berusia 18-65 tahun.

Tingginya intensitas sakit kepala yang dialami orang dewasa, membuat Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences dari PT Dexa Medica meluncurkan obat sakit kepala herbal pertama di Indonesia, HerbaPAIN yang terbuat dari bahan alami fraksi buah mahkota dewa.

Dari intensitas sakit kepala yang dialami orang dewasa tersebut, usia 30-39 tahun adalah yang paling sering mengalami sakit kepala, yang selanjutnya dialami usia 25-30 tahun, dan mengalami penurunan di usia 50-65 tahun. Di samping penelitian dari sisi usia, wanita ternyata mengalami tingkat kejadian atau prevalensi yang lebih tinggi dibandingkan pria. Sakit kepala yang dialami wanita mencapai 99 persen, sementara laki-laki sebesar 93 %.

Executive Director DLBS, Bapak Dr. Raymond Tjandrawinata

Tingginya tingkat kejadian sakit kepala ini, mendorong PT Dexa Medica sebagai salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia, memproduksi obat sakit kepala herbal yang aman dikonsumsi. Keamanan obat ini karena terbuat dari bahan alam asli Indonesia, buah mahkota dewa (Phaleria Macrocarpa) yang telah terstandar.

Menurut Executive Director DLBS, Bapak Dr. Raymond Tjandrawinata, HerbaPAIN diformulasi dengan menggunakan metode pendekatan Tandem Chemistry Expression Bioassay System (TCEBS) yang berupa kombinasi teknik kimia, biokimia, serta farmakologi modern yang diaplikasikan untuk menapis berbagai bahan alam potensial untuk menjadi kandidat obat.

“Teknologi Advance Fractionation Technology (AFT), membuat mahkota dewa mengalami proses ekstraksi bertingkat untuk menemukan fraksi spesifik yang tepat dalam mengobati penyakit. Bioactive Fraction yang memiliki kemurnian yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak biasa ini, yang menjadikan HerbaPAIN menjadi salah satu produk hasil teknologi obat herbal modern,” ujar Raymond.

Sementara itu, menurut General Manager Consumer Health Dexa PT Dexa Medica, Andrew Sulistya mengatakan, meskipun berasal dari bahan alam buah mahkota dewa, HerbaPAIN sangat efektif meredakan sakit kepala.

“Ini dibuktikan dari penelitian Kadence (lembaga research) yang menyatakan bahwa 91% konsumen merasa HerbaPAIN lebih baik atau sama dengan obat sakit kepala kimia yang biasa mereka konsumsi,” kata Andrew Sulistya.

Selain itu ujar Andrew Sulistya, keunggulan HerbaPAIN dibandingkan obat sakit kepala lainnya adalah obat sakit kepala herbal yang tidak memiliki efek jantung berdebar atau deg-degan. Ini karena, HerbaPAIN tidak mengandung kafein yang dapat merangsang reseptor pada sel-sel di dalam hati untuk meningkatkan detak jantung. (webtorial)