Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 3 Oktober 2017 | 10:57 WIB
  • Jokowi Cecar Kabareskrim Soal Penyebaran Obat PCC

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Agus Rahmat
Jokowi Cecar Kabareskrim Soal Penyebaran Obat PCC
Photo :
  • VIVA.co.id/Agus Rahmat
Kabareskrim dan Jokowi di pencanangan aksi nasional pemberantasan obat ilegal

VIVA.co.id – Presiden Joko Widodo, terlihat geram dan marah dengan dampak penyebaran obat ilegal dan penyalahgunaannya. Ia mencontohkan kejadian siswa SMP di Kendari akibat mengkonsumsi pil Paracetamol Caffeine dan Carisoprodol (PCC). Ada lagi korban penyalahgunaan obat ilegal seperti tramadol.

Dalam pidatonya, dalam pencanangan aksi nasional pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat di Bumi Perkemahan Cibubur, Selasa 3 Oktober 2017, Presiden Jokowi meluapkan kegeramannya itu.

Saat pidato, Presiden Jokowi menyempatkan memanggil Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komjen Ari Dono. Jokowi kemudian bertanya kepada Ari Dono terkait penanangan masalah ini.

Ari Dono kemudian menjelaskan, soal penyuluhan yang dilakukan di sekolah-sekolah. Namun, Jokowi nampaknya tidak puas. Karena menurut mantan Gubernur DKI itu, penyuluhan sudah agenda tahunan tapi masih banyak penyalahgunaan.

Jokowi menginginkan jawaban tegas Komjen Ari. "Yang mau kita kejami apanya?" kata Jokowi, bertanya.

Ari menjelaskan, bahwa penegakan hukum terhadap penjual baik dari toko obat resmi maupun yang tidak resmi. Jokowi kemudian melanjutkan, tangkapan besar apa yang sudah dilakukan.

Dijelaskan Ari, beberapa diantaranya penggerebekan pabrik di Tangerang yang berjumlah jutaan butir. Lalu ada juga di Purwokerto, pabrik obat ilegal. Menurut Ari, penegakan hukumnya adalah harus masuk penjara.

"Cukup dipenjara? Enggak perlu digebukin ramai-ramai? Kadang jengkel saya yang gini-gini. Karena anak-anak kita yang terkena," kata Jokowi sedikit geram.

"Bagaimana Pak? Kita gebuki ramai-ramai?," cecar Jokowi bertanya ke Ari Dono. Namun, dijawab Kabareskrim itu dengan mengatakan tidak boleh.

Jawaban Ari Dono itu di luar keinginan Presiden Jokowi, yang menginginkan ada tindakan yang lebih kejam.

"Saya tadi sebenarnya nunggu Pak Kabareskrim (mengucapkan) 'saya injek'," kata Jokowi. "Pak Kabareskrim orangnya tenang tapi serem juga," ujar Jokowi, melanjutkan. (hd)

  • Empat Polisi Terciduk Saat Gelar Pesta Sabu di Bandung
    Empat Polisi Terciduk Saat Gelar Pesta Sabu di Bandung
  • Pabrik Obat Ilegal Beromzet Rp900 Juta Digerebek Polisi
    Pabrik Obat Ilegal Beromzet Rp900 Juta Digerebek Polisi
  • Wanita Pembuat Jutaan Pil PCC Eks Kepala Pabrik Farmasi
    Wanita Pembuat Jutaan Pil PCC Eks Kepala Pabrik Farmasi
  • Polda Metro Bentuk Tim Khusus Anti 'Pil Setan' PCC
    Polda Metro Bentuk Tim Khusus Anti 'Pil Setan' PCC
  • Rampas Pistol, Bandar Sabu Tembaki Polisi yang Mengejar
    Rampas Pistol, Bandar Sabu Tembaki Polisi yang Mengejar
  • Di Kalangan Pengguna, Pil Maut PCC Disebut Pucing Cana Cini
    Di Kalangan Pengguna, Pil Maut PCC Disebut Pucing Cana Cini