Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 3 Oktober 2017 | 11:42 WIB
  • Parade Gethek Emas dan Grebeg Clorot di Festival Bogowonto

  • Oleh
    • Ririn Aprilia
Parade Gethek Emas dan Grebeg Clorot di Festival Bogowonto
Photo :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto
Festival Bogowonto di Purworejo, Jawa Tengah.

VIVA.co.id – Parade Gethek Emas dan Gunungan Clorot atau Grebeg Clorot yang menjadi puncak acara Festival Bogowonto 2017 sukses menyita perhatian wisatawan yang berada di Desa Jogoboyo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Minggu 1 Oktober 2017. Begitu juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang hadir di acara tersebut.

“Sungai Bogowonto harus dilestarikan dan dimanfaatkan potensi pariwisatanya. Saat ini Indonesia mau berharap apalagi selain dari pariwisata. Berharap dari minyak sudah pasti akan habis, dari industri kita kalah, berharap dari gas? habis dari hutan? Hutan kita gundul. Cuma dari pariwisata yang bisa kita harapkan. Saya sangat senang geliat pariwisata disetiap kabupaten di Jawa Tengah saat ini bisa jadi leading sektor,” ujar Gubernur Ganjar Pranowo.

Ganjar yang hadir menggunakan basecap warna ungu dan ikat di kepala warna hitam juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang selalu hadir mendukung setiap kegiatan pariwisata di Indonesia. Diakuinya, Menpar Arief Yahya sangat serius mengembangkan Joglosemar sebagai destinasi prioritas.

Ikonnya, Borobudur. Candi yang sudah dipromosikan ke seluruh penjuru dunia sebagai heritage peninggalan karya budaya. Ganjar yang hobi bersepeda itu juga menyebut jika di desa-desa sedang marak Badan Usaha Milik Desa BUMDes.

“Beberapa hari ini saya mengunjungi daerah-daerah di Jawa Tengah yang lagi gila BUMDes. Dan BUMDes yang paling menarik adalah pariwisata. Pariwisata itu juga punya “anak” yaitu ekonomi kreatif, dan inilah yang akan terus  meramaikan desa-desa yang lain,” ucapnya.

Saat menyusuri Sungai Bogowonto dengan perahu, Ganjar berpesan, Festival Bogowonto kedepannya harus ditingkatkan lagi promosinya sehingga bisa menjadi atraksi untuk wisatawan yang datang ke Purworejo.
 
“Selain itu juga harus dijaga kebersihannya dan dijaga kelestariannya. Kualitas kulinernya dijaga agar tetap enak serta lanskap dan penataan alurnya dibuat yang bagus, saya yakin tahun depan bisa,” ucap Ganjar.

Sementara itu, Festival Bogowonto 2017 yang diinisiasi Asosiasi Komunitas Penjaga Bogowonto (Atas Jago) dan didukung Kementerian Pariwisata itu, wisatawan tidak datang hanya untuk melihat atraksi Gethek Emas. Wisatawan juga memenuhi stand-stand kuliner yang tampilkan oleh 12 desa wisata yang ada di Purworejo. Ke 12 stand kuliner itu laris manis, makanan dan minuman yang mereka jajakan laku terjual.

“Mereka menjajakan kuliner khas Purworejo ada Sate Kroco, Geblek, Yode, Tempe Benguk, semua khas Purworejo. Minumannya sendiri ada legen yang merupakan, minuman yang diambil dari bagian pohon siawalan," ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti yang didampingi Kasubid Promosi Wisata Kuliner dan Spa Kemenpar Suheriyah.

Wisatawan pemburu kuliner dan juga 12 desa semakin dibuat happy. Lantaran festival kuliner yang digelar selama tiga hari itu, juga terdapat lomba mendekorasi stand kuliner serta lomba dengan jumlah pengunjung terbanyak. Selesai lomba, terdapat pula demo masak masakan tradisional yang bahan dasarnya diambil dari hasil bumi masyarakat setempat.

“Mereka berlomba dan mendapat hadiah dari panitia. Semua berkreasi dengan hasil yang mereka panen. Chef Aji dari Atria Hotel Magelang juga meramaikan acara tersebut dengan membuat kreasi makanan dari bahan dasar tradisional masyarakat setempat," ucap Suheriyah.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi gelaran Festival Bogowonto 2017. Ia menyebut festival ini mampu menumbuhkan kecintaan dan rasa memiliki masyarakat melalui penggalian dan pelestarian bentuk seni budaya, untuk itu semua pihak diharapkan dapat berpartisipasi dan mendukung gerakan melestarikan Sungai Bogowonto ini.

"Beberapa tahun lagi Bandara Kulon Progo siap beroperasi, juga akses darat dan kereta api dari Bandar Udara Kulon Progo ke Candi Borobudur, ini lokasinya sangat dekat dengan Purworejo. Purworejo harus siap dengan atraksinya agar memancing minat wisatawan ke Purworejo. Jangan hanya nanti jadi penonton di negeri sendiri. Ayo Purworejo, bangun destinasi pariwisata," kata Arief Yahya.(webtorial)