Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 3 Oktober 2017 | 14:45 WIB
  • Gas Magma Mendesak, Gunung Agung Terus Menggembung

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Bobby Andalan (Bali)
Gas Magma Mendesak, Gunung Agung Terus Menggembung
Photo :
  • REUTERS/Darren Whiteside
Gunung Agung yang berada di Kabupaten Karangasem, Bali

VIVA.co.id – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menganalisa, tubuh Gunung Agung berpontesi terus mengalami penggembungan.

Penggembungan terjadi akibat adanya tekanan gas dari aktivitas magma di perut gunung yang terus bergerak dan mendesak untuk keluar.

"Penggembungan yang sudah kita dapatkan indikasi dari tubuh Gunung Agung dan kalau kita lihat dari aktivitas seismik sangat sejalan," kata Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur dari PVMBG, Devy Kamil, di Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Selasa 3 Oktober 2017.

Ketika seismik naik, Devy menyebut, tiltmeter juga menunjukkan adanya penggembungan. "Gempa-gempa yang terjadi selama ini merefleksikan pergerakan magma yang di-promote gas-gas dan investasinya itu kita lihat dari asap-asap itu," kata Devy.

Hanya saja, Devy mengaku belum bisa menghitung berapa besaran penggembungan di tubuh Gunung Agung. 

"Penggembungannya itu ukurannya micro-radiant. Tapi besarnya berapa itu enggak akan tahu indikasinya seperti apa. Penggembungan ini terjadi karena adanya penambahan tekanan di dalam Gunung Agung," ujar Devy.

Seperti diketahui, PVMBG mulai meningkatkan status aktivitas vulkanik Gunung Agung menjadi awas atau level IV pada Jumat malam, 22 September 2017. Seiring peningkatan status ini, PVMBG merekomendasikan agar wilayah dalam radius 9 kilometer dan sektoral 12 kilometer ke barat, timur, utara dan selatan dikosongkan dari penduduk.  (one)