Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 3 Oktober 2017 | 19:18 WIB
  • Jokowi Bicara Daya Beli Turun, Banyak Gerai Tutup

  • Oleh
    • Finalia Kodrati,
    • Agus Rahmat
Jokowi Bicara Daya Beli Turun, Banyak Gerai Tutup
Photo :
  • ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Presiden Jokowi.

VIVA.co.id – Dalam sambutannya pada Penutupan Rapat Koordinasi Nasional Kadin 2017, Presiden Joko Widodo menyinggung ada pihak-pihak yang mempolitisasi kondisi ekonomi dewasa ini. 

Terutama yang disorot Presiden Jokowi adalah masalah daya beli. Di mana banyak yang mengkritik, daya beli menurun dengan banyaknya toko dan gerai yang tutup. Jokowi menjelaskan, memang itu terjadi. Namun tidak dilihat bahwa sekarang sudah beralih ke sektor online. 

"Saya berikan angka-angka. Saya ambil dari, ini ada pergeseran dari offline ke online. Banyak orang yang tidak lihat itu. Kalau ada toko yang tutup karena ini, salahnya sendiri tidak mengikuti zaman," kata Presiden Jokowi, di Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa 3 Oktober 2017.

Pergeseran itu, bisa dilihat dari jasa kurir yang naik 130 persen. Presiden mengaku, melakukan pengecekan di sektor itu seperti JNE maupun PT Pos Indonesia. Selain itu PPN naik 12 persen, yang menurutnya ada aktivitas.

Terhadap persoalan daya beli ini, memang banyak yang mengkritik dengan banyak toko dan gerai yang tutup, dengan menyebut daya beli menurun. "Saya lihat yang ngomong orang politik, enggak apa-apa," kata Jokowi. 

Bagi Presiden, seorang politikus yang mengkritik itu lebih politis. Tetapi kalau memang yang mengkritik adalah pelaku usaha, maka ia akan mendengarkannya. 

"Kalau orang politik memang tugasnya seperti itu kok. Membuat isu untuk 2019 (pemilu presiden dan wapres), kita blak blakan saja, 2019 tinggal setahun," ujar Jokowi disambut tepuk tangan.