Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 4 Oktober 2017 | 11:45 WIB
  • Demi Promosi Wisata, Pemkab Berau Data Ulang Spot Diving

  • Oleh
    • Ririn Aprilia
Demi Promosi Wisata, Pemkab Berau Data Ulang Spot Diving
Photo :
  • ecc- campungehuer
Berau

VIVA.co.id – Kepulauan Derawan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) sudah dikenal sebagai surga bagi para pencinta diving. Laman CNN bahkan memasukkan Derawan sebagai satu dari sepuluh tempat diving terbaik di Asia.

Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau belum memiliki data valid jumlah lokasi diving di Derawan. Karena itu, Pemkab bakal mendata ulang titik diving untuk kepentingan promosi wisata.

Wakil Bupati Berau Agus Tantomo mengatakan, sudah sejak lama titik-titik diving di Kepulauan Derawan belum di-update.

”Saya sudah minta kepala Dinas Pariwisata untuk mendata ulang ini. Kalau untuk di Pulau Maratua itu dulu ada puluhan spot,” kata Agus.

Menurut Agus, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) perlu melibatkan guide diving yang kerap menemani wisatawan saat menyelam. “Ketika nanti sudah ada data terbaru akan dirilis dan disebar ke dive center yang ada. Ini untuk kepentingan jualan wisata,” ujar Agus.

Dia menambahkan, Berau memiliki spot diving unggulan di perairan Maratua, yakni channel. Lokasi itu menjadi favorit para penyelam untuk menyaksikan ribuan ikan baracuda yang bergerombol dan membentuk pusaran.

“Spot diving seperti ini lebih banyak disukai oleh wisatawan mancanegara yang hobi menyelam,” jelas Agus.

Agus menuturkan, menyelam di channel juga memacu adrenalin. Sebab, penyelam harus melawan arus di kedalaman sekitar 30 meter. Berdasarkan informasi yang diterimanya, spot diving channel lebih ekstrem dibandingkan di tempat lain di Indonesia.

Spot yang sama ada di Wakatobi, yakni hoga channel. Namun, kata Agus, Maratua lebih ekstrem. Agus berencana memberi nama majesty pada spot channel itu. Menurut dia, nama itu sangat pantas sebagai wujud keagungan Tuhan.

Di sisi lain, Kepala Disbudpar Berau Mappasikra Mappaseleng mengaku telah mulai mendata spot diving di Kepulauan Derawan.

Dia mengatakan, titik penyelaman atau spot diving di Bumi Batiwakkal, julukan Berau, cukup banyak. Namun, ada 19 spot yang selama ini sering dijual guide lokal kepada wisatawan.

Belasan spot yang diunggulkan tersebut tersebar di beberapa pulau. Misalnya, Derawan ada tiga spot, Maratua (8), Sangalaki (3), Pulau Panjang (1), dan Pulau Kakaban (4).

Mantan kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Berau itu menambahkan, pihaknya menggandeng guide diving di masing-masing wilayah atau pulau.

Hal itu dilakukan agar data yang diterima akurat. Sebab, para guide lebih hafal dengan spot diving di wilayahnya masing-masing.

“Spot-spot diving kami cukup menjual. Pendataan ulang memang diperlukan guna memperbarui data di lokasi tersebut,” terang Mappasikra.

Data yang dibutuhkan tak hanya koordinat, tetapi juga kehidupan bawah laut. Dia mencontohkan salah satu spot terkenal dengan banyaknya penyu. Namun, di kedalaman berikutnya ternyata terdapat hewan laut lainnya yang menarik perhatian penyelam.

“Paling tidak pendataan itu cukup sampai kedalaman sekitar 30 meter,” tutur Mappasikra.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, bahwa daerah harus terus membangun destinasi yang berkelas dunia. Kemenpar akan mempromosikan ketika 3A-nya, Akses, Atraksi dan Amenitas sudah benar-benar siap.

“Kalau sudah siap, kami akan promosikan ke pasar yang pas untuk atraksi di destinasi tersebut,” kata Arief Yahya. (webtorial)