Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 4 Oktober 2017 | 18:46 WIB
  • Pabrik Terbakar, Korban Tewas Ditemukan Saling Berpelukan

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Lucky Aditya (Malang)
Pabrik Terbakar, Korban Tewas Ditemukan Saling Berpelukan
Photo :
  • VIVA.co.id/ Lucky Aditya (Malang)
Petugas memadamkan api kebakaran pabrik di Kota Malang, Jawa Timur.

VIVA.co.id – Lima orang tewas akibat kebakaran di pabrik bungkus makanan di Jalan Raya Candi V, Karangbesuki, Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu, 4 Oktober 2017, sekira pukul 12.30 WIB. Empat dari lima korban merupakan wanita. Mereka tewas dalam kondisi saling berpelukan.

"Empat korban wanita ditemukan saling berpelukan, satu korban lainnya pria berada di luar gudang. Mereka tewas karena menghirup karbon monoksida, apalagi ukuran gudangnya sekitar 3x2 meter," kata Kepala Unit PMK Kota Malang, Jose Belo.

Kelima korban diduga ingin menyelamatkan diri ke bagian dalam pabrik. Sebab, kebakaran bermula dari bagian depan pabrik. Dugaan awal kebakaran karena korsleting listrik. Percikan api menyambar ke bahan kimia sehingga terjadi kebakaran hebat.

"Sepertinya mereka ingin lari ke belakang untuk menyelamatkan diri tapi terjebak kemudian menghirup karbon monoksida dan terbakar. Dua orang sempat selamat karena lari ke depan dengan menerobos api," ujarnya.

Korban terdiri dari empat orang perempuan dan seorang pria. Mereka adalah, Ani warga Petungsewu, Malang;  Iis warga Petungsewu; Sumarno, warga Ngasek; Ningsih, warga Karangbesuki; dan Sarmini, warga Kucur. Sedangkan dua orang yang selamat yaitu Yudi, warga Karang Ampel dan Taufik, warga Karangbesuki.

"Semua orang meninggal dunia di satu titik hangus tidak bisa diidentifikasi. Kondisi korban sudah 99 persen terbakar, bahkan korban laki-laki hanya dikenali dari alat kelamin," ujar Jose Belo.

Saat ini, lima korban dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar, Kota Malang untuk diidentifikasi dan dilakukan autopsi. "Selanjutnya proses kami serahkan ke polisi untuk dilakukan autopsi dan pendalaman tragedi kebakaran ini," katanya. (mus)