Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 4 Oktober 2017 | 19:23 WIB
  • JK: Hanya Sekitar 10 Persen Orang Kaya Bayar Zakat Harta

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Fajar Ginanjar Mukti
JK: Hanya Sekitar 10 Persen Orang Kaya Bayar Zakat Harta
Photo :
  • VIVA.co.id/ Fajar Ginanjar Mukti.
Wakil Presiden Jusuf Kalla.

VIVA.co.id – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyebutkan, hanya sedikit warga muslim Indonesia dengan jumlah kekayaan besar yang rutin menjalankan kewajiban agama untuk menunaikan zakat hartanya.

Menurut JK, sapaan Jusuf Kalla, jumlah muzakki atau orang yang rutin menunaikan zakat itu, hanya berada di kisaran 10 persen dari jumlah orang yang memiliki kekayaan berlimpah.

"Mungkin yang paling tinggi 10 persen di antaranya (orang-orang kaya) yang bayar zakat. Bayar zakat teratur juga paling juga tidak, yang penting wajibnya ada," ujarnya saat memberi sambutan dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Rabu, 4 Oktober 2017.

JK menuturkan, persoalan utama Baznas sebenarnya adalah mengoptimalkan potensi penerimaan zakat. Saat ini, menurut JK, jumlah mustahiq (kalangan penerima zakat) dengan muzakki di Indonesia, timpang. "Kita tidak kekurangan mustahiq. Kalau ada pembagian zakat, orang antre sampai berdesak-desakan," ujarnya menambahkan.

Menurut dia, salah satu cara yang bisa ditempuh adalah mendorong pertumbuhan para wirausahawan muda di sekolah dan perguruan tinggi. Dengan menjadi wirausahawan, generasi muda itu dengan sendirinya masuk ke dalam klasifikasi muslim yang memiliki kewajiban untuk menunaikan zakat.

"Sama lah dengan kalau kita ingin punya telur, jangan paksakan ayam itu bertelur sehingga ada telurnya. Tapi, bagaimana kita memelihara ayam dengan baik atau memperbanyak induk ayam agar telurnya banyak." (mus)