Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 5 Oktober 2017 | 11:09 WIB
  • Skema Evakuasi Turis dari Bali Jika Gunung Agung Meletus

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Bobby Andalan (Bali)
Skema Evakuasi Turis dari Bali Jika Gunung Agung Meletus
Photo :
  • REUTERS/Darren Whiteside
Status Awas, Gunung Agung Belum Meletus

VIVA.co.id – Gubernur Bali, Made Mangku Pastika memaklumi kekhawatiran yang dirasakan para turis mancanegara yang sedang berlibur ke Bali. Hal ini terkait peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung. 

Banyak di antara wisatawan yang bertanya mengenai kemungkinan Gunung Agung meletus dan penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. 

Dari data yang dihimpun, jika gunung dengan ketinggian 3.142 mdpl tersebut meletus, maka akan ada lima ribu penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, yang tak bisa diterbangkan alias terjebak di Pulau Dewata.

"Kalau itu terjadi (Gunung Agung meletus) maka kira-kira akan ada lima ribu penumpang yang tidak akan bisa berangkat. Apa yang kita lakukan? Kalau dia orang asing, berarti ada beberapa hal yang kita urus," kata Pastika, Kamis 5 Oktober 2017. 

Pertama, kata dia, tentu saja persoalan masa berlaku visa. "Kita urus visanya," kata Pastika.

Selain itu juga berkaitan dengan akomodasi jika bagi mereka yang gagal terbang. "Ada juga urusan akomodasi. Kita siapkan akomodasinya," katanya menambahkan. 

Kalau ada wisatawan yang terpaksa harus kembali ke negara asalnya hari itu juga, Pastika menyebut mereka akan diberangkatkan melalui bandara lainnya.

"Kalau dia terdesak harus berangkat, maka dia berangkat lewat Surabaya atau Lombok. Kita siapkan transportasinya. Kita bantu urus tiketnya. Karena ini akibatnya panjang ini, menyangkut akomodasi, menyangkut transportasi dan lain-lainnya. Visa kalau misalnya sudah habis harus kita urus. Dan itu tadi sudah saya jelaskan," kata dia.

Pastika memberi garansi jika semua itu akan diurus Pemprov Bali dan bebas biaya. "Siap, kita siapkan akomodasi dan transportasi. Jelas free. Masa mereka harus bayar lagi. Kalau duitnya sudah habis bagaimana," ucapnya.

Soal dana yang akan disiapkan, mantan Kapolda Bali itu mengaku tak mempersoalkan berapa pun besarannya. "Kita siapkan berapa saja (dananya), ini keadaan darurat kok. Diambil dari mana, banyak itu posnya. Situasi begini kan urusan gotong-royong," ujar dia.

Nantinya, akan ada tim khusus yang akan mengurus segala sesuatu berkaitan dengan kepulangan turis mancanegara. "Kalau nanti pemulangan turis ya, pasti ada lah (pembentukan tim khusus)," ucapnya. 

Pastika meminta agar persoalan Gunung Agung tak dibesar-besarkan. "Jangan dibesar-besarkan itu, tidak akan terjadi itu, begitu loh. Kalau digede-gedein, seram amat jadinya. Tidak boleh diserem-seremin, tapi kita siap. Siap itu sudah dengan segala perhitungan." 

Baca: Ketut Ngeteg ke Puncak Gunung Agung Berbekal Dua Gelas Air