Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 5 Oktober 2017 | 13:18 WIB
  • Derita Keluarga Ningsih Kehilangan Sang Tulang Punggung

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Lucky Aditya (Malang)
Derita Keluarga Ningsih Kehilangan Sang Tulang Punggung
Photo :
  • VIVA.co.id/ Lucky Aditya (Malang)
Para pelayat berdatangan ke rumah duka Ningsih, korban kebakaran di Malang.

VIVA.co.id – Kebakaran pabrik keripik di Jalan Raya Candi V, Karangbesuki, Sukun, Kota Malang, Rabu sore, 4 Oktober 2017 menggoreskan luka dalam bagi keluarga Ningsih.

Sebab, Ningsih (40) menjadi salah satu korban tewas dalam kebakaran itu. Warga Jalan Raya Candi II Karangbesuki, Sukun, Kota Malang tersebut meninggal bersama empat pekerja lainnya di pabrik tersebut.

Niluk Mishoyi, tetangga Ningsih mengatakan, sebagai janda, Ningsih menjadi tulang punggung keluarga. Dia harus menghidupi ketiga anaknya, David, Joshua, dan Debora Daniel. "Anaknya tiga, kalau pulang kerja jual lalapan untuk menghidupi ketiga anaknya. Ningsih ini tulang punggung untuk anak-anaknya," kata Niluk, Kamis, 5 Oktober 2017.

Indra Prabu, kakak Ningsih, mengaku baru tahu sang adik bekerja di pabrik keripik dalam dua hari terakhir. Sebelumnya, Ningsih diketahui hanya berjual lalapan. "Setahu saya bilangnya di pabrik snack, hanya proses packing tapi ada penggorengan juga, katanya itu pabrik tempe," ujarnya.

Awalnya, Indra mengetahui peristiwa kebakaran dari tetangga. Begitu mengetahui kabar tersebut, dia langsung mendatangi lokasi kejadian. Tiba di sana, dia mendapati kenyataan bahwa adiknya menjadi salah satu korban tewas dalam kebakaran itu.

Indra mengatakan, pihak keluarga meminta pabrik tempat Ningsih bekerja memperhatikan nasib tiga anak Ningsih. Pihak keluarga tidak menuntut ganti rugi hanya meminta pertanggungjawaban dari pemilik pabrik keripik.

"Kalau dari pihak pabrik kemarin ada biaya administrasi perusahaan di rumah sakit, dalam waktu dekat akan ada pertemuan. Ningsih ini kan single parent. Kami tidak menuntut uang banyak tapi biaya anak," kata Indra.

Kebakaran hebat itu membuat lima pekerja tewas karena terjebak di dalam pabrik. Dugaan awal Kepolisian, korban tewas karena menghirup karbon monoksida sehingga tubuh lemas tidak bisa menyelamatkan diri. Para korban terbakar hingga 99 persen dan nyaris tidak bisa diidentifikasi.

Korban meninggal dunia yaitu, Sarmini (50), warga Desa Kucur Kecamatan Dau, Kabupaten Malang; Anifatu Jahroh (25), warga Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang; Ningsih (40), warga Jalan Raya Candi II Karangbesuki, Sukun, Kota Malang; Iswatul atau Iis (25), warga Desa Petungsewu, Dau, Kabupaten Malang; Suwarno alias Ableh (34), warga Jalan Raya Candi VI Karangbesuki, Sukun, Kota Malang. (mus)