Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 5 Oktober 2017 | 14:53 WIB
  • Surabaya Mencekam dalam Drama Pertempuran 10 November

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Nur Faishal (Surabaya)
Surabaya Mencekam dalam Drama Pertempuran 10 November
Photo :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal
Adegan dalam drama kolosal Pertempuran 10 November 1945 dalam rangka HUT ke-72 TNI di Lapangan Makodam V Brawijaya Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis, 5 Oktober 2017.

VIVA.co.id - Suara ledakan dan rentetan tembakan bersahut-sahutan di lapangan Markas Komando Daerah Militer V Brawijaya di Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis, 5 Oktober 2017. Di tengah itu, riuh teriakan serang, pekik takbir, sirine, dan deru mesin truk berseliweran di udara. Suasana mendadak mencekam.

Situasi itu gambaran dari peristiwa perlawanan Arek-arek Suroboyo terhadap tentara sekutu dan Belanda saat mempertahankan Kemerdekaan RI pada 10 November 1945. Pertempuran yang kelak dikenang sebagai Hari Pahlawan itu diceritakan dalam drama kolosal di acara HUT ke-72 TNI di Kodam Brawijaya.

Ratusan pelajar se-Surabaya dilibatkan dalam drama kolosal itu. Mereka berperan sebagai warga Surabaya bersenjatakan bambu runcing dan bedil rampasan. Di hadapan mereka, pasukan doreng-doreng Belanda yang diperankan oleh prajurit Kodam V menghadang dengan senjata laras panjang.

Drama diawali dengan suara Sukarno membacakan Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Setelah itu tentara sekutu dan Belanda (NICA) datang dan disambut warga Jatim. Perang pecah. Puncak pertempuran ialah ketika Belanda mengibarkan bendera mereka di pucuk tower Hotel Yamato (kini Hotel Majapahit).

Warga Surabaya digambarkan marah atas pengibaran bendera Belanda itu. Perang pun pecah, bendera Belanda dirobek, disisakan warna putih-merahnya saja. Begitu penjajah menyerah, terpekiklah kalimat 'Merdeka!' bersahut-sahutan. Dalam sejarah, peristiwa perobekan bendera Belanda itu dikenal dengan insiden Yamato. "Merdeka, merdeka, merdeka!"

Drama itu sukses menggambarkan situasi gawat Surabaya pada 10 November 1945. Instrumen mercon yang mengeluarkan suara dentuman bom dan salakan bunyi tembakan cukup mewakili kondisi masa itu. Begitu juga asap buatannya. Beberapa penonton bahkan terkejut kala ledakan mercon miripĀ suara bom terdengar tanpa diduga. "Awas bom," kata penonton.

HUT TNI di Kodam Brawijaya dihadiri pejabat utama dari Kodam V Brawijaya, Koarmatim, dan pejabat utama dari Angkatan Udara. Sebagai undangan kehormatan, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Inspektur Jenderal Polisi Machfud Arifin, dan Gubernur Jatim, Soekarwo, juga hadir. Acara ini mengangkat slogan Bersama Rakyat TNI Kuat. (mus)