Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 5 Oktober 2017 | 19:53 WIB
  • PVMBG: Penggembungan Gunung Agung Meningkat

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Bobby Andalan (Bali)
PVMBG: Penggembungan Gunung Agung Meningkat
Photo :
  • REUTERS/Darren Whiteside
Kondisi Gunung Agung usai naik status jadi awas.

VIVA.co.id – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan potensi Gunung Agung meletus masih tetap tinggi. Bahkan, penggembungan Gunung Agung meningkat signifikan.

"Potensi letusan masih terus terjadi. Untuk tren penurunan kami tetap harus mengacu pada data itu sendiri, kalau kami sudah dapat datanya," kata Kepala PVMBG, Kasbani di Pos Pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, Kamis, 5 Oktober 2017.

Menurut Kasbani, berdasarkan pengamatan melalui GPS (Global Position System), deformasi atau perubahan bentuk Gunung Agung juga masih terus berlangsung. Bahkan penggembungan gunung meningkat secara signifikan.

"Penggembungan dari sisi deformasi masih tetap konsisten, ada penggembungan. Dari pengamatan GPS ada peningkatan yang signifikan. Konsisten antara data deformasi dan data lainnya, juga data visual masih ada asap," katanya.

Menurut Kasbani, kondisi itu menunjukkan manifestasi dari tingginya aktivitas Gunung Agung. Asap yang ke luar dari kawah menunjukkan aktivitas magma yang terus mendesak ke permukaan. 

"Aktivitas magma tentu akan mendesak ke arah atas, akan melepas gas vulkanik dan gas magmatik lainnya," ujarnya.

Ia menjelaskan jika pergerakan magma akan mencari bidang terlemah dari perut Gunung Agung. "Tentu ini akan melalui bidang yang lemah. Dari sisi deformasi akan mengalami penggembungan dan dari sisi kegempaan ini menimbulkan kegempaan vulkanik masih signifikan," kata Kasbani.

Soal rekahan, Kasbani menyebut masih tetap sama. "Yang jelas di sana ada zona lemah yang dilalui oleh fluida magma. Ini ditunjukkan gempa dangkal yang cukup banyak. Tentu artinya, fluida masih bergerak dari kedalaman ke arah dangkal," ucapnya.

Sementara itu, kegempaan yang terjadi terpantau juga masih cukup tinggi. "Gempa hari ini masih cukup tinggi. 12 jam terakhir 380-an. Gempa terasa sudah tidak terlalu terasa. Tidak ada penurunan, karena kami lebih melihat pada gempa vulkaniknya. Sedangkan gempa terasa itu, gempa tektonik lokal masih terjadi, tapi tidak kami rasakan," kata dia.

Baca: Ketut Ngeteg ke Puncak Gunung Agung Berbekal Dua Gelas Air