Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 5 Oktober 2017 | 23:43 WIB
  • Jokowi: Setelah 3 Tahun, Saya Tidak Lagi Dengar 'Byarpet'

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Agus Rahmat,
    • Yandi Deslatama (Serang)
Jokowi: Setelah 3 Tahun, Saya Tidak Lagi Dengar 'Byarpet'
Photo :
  • Agus Rahmat/VIVA.co.id
Presiden Joko Widodo (Tengah).

VIVA.co.id – Presiden Joko Widodo berbangga hati karena sudah mulai berkurangnya keluhan masyarakat Indonesia tentang listrik yang sering kali padam atau byarpet.

"Setelah tiga tahun, tepatnya tahun ini, saya muter lagi. Saya ndak denger lagi suara-suara itu (keluhan byarpet listrik)," katanya, di acara groundbreaking pembangunan PLTU Jawa 7 di Desa Terate, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, Kamis, 5 Oktober 2017.

Hal ini diceritakan Jokowi di hadapan para menteri Kabinet Kerja Indonesia, dirut PLN, gubernur Banten, hingga Pangdam III Siliwangi, yang kerap kali mendapatkan curhatan warganya kala berkeliling Indonesia terkait listrik yang sering kali padam.

"Tiga tahun lalu setiap saya pergi ke daerah. Di NTT, NTB, Maluku, Papua, keluhannya selalu sama. Pasokan listrik selalu kurang. Byarpet," ungkapnya.

Saat itu, mantan gubernur DKI Jakarta ini lalu memerintahkan PLN untuk membangun pembangkit listrik di wilayah Indonesia bagian timur agar ketersediaan listrik saat anak-anak belajar dapat tersedia dengan baik.

Dari peta akan pasokan listrik sebelumnya, diakuinya banyak yang merah hingga kuning alias pasokan listrik sangat kurang.  

Namun, setelah tiga tahun ini, banyak perubahan, dari warna kuning menjadi hijau yang artinya pasokan listrik telah terpenuhi. 

"Oleh sebab itu, kita harapkan nantinya 2019 kelihatan tadi di petanya juga kan, sudah kelihatan enggak ada yang warnanya merah,” papar Presiden.

Jokowi melanjutkan, warna hijau akan mendominasi, namun masih ada sedikit kuning.

“Nah, kuningnya nanti semuanya akan hilang sehingga seluruh provinsi dari Sabang sampai Merauke semuanya teraliri listrik," kata Jokowi.