Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 7 Oktober 2017 | 19:42 WIB
  • Asap di Kawah Gunung Agung Makin Tinggi

  • Oleh
    • Endah Lismartini,
    • Bobby Andalan (Bali)
Asap di Kawah Gunung Agung Makin Tinggi
Photo :
  • ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
Gunung Agung keluarkan asap mengepul

VIVA.co.id –  Kepulan asap di kawah Gunung Agung makin meninggi. Jika beberapa hari terakhir ketinggian asap 50 meter, hari ini asap yang menandakan tekanan gas magma itu teramati setinggi 150-200 meter.Selain asap yang makin membumbung tinggi, gempa terasa skala II MMI juga kembali mengguncang.

Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Devy Kamil ?menjelaskan, saat ini aktivitas kegempaan di Gunung Agung masih fluktuatif. Kendati begitu, ia memastikan berfluktuasi kegempaan di gunung setinggi 3.142 mdpl itu berada di level yang tinggi.

"Saat ini aktivitas kegempaan berfluktuasi di level tinggi," ungkap Devy kepada VIVA.co.id, Sabtu 7 Oktober 2017.? Meski aktivitas kegempaan yang merupakan indikasi gas magma tengah beraktivitas, namun Devy tetap tak bisa memastikan kapan Gunung Agung akan meletus.

"Kita tidak bisa memastikan kapan akan keluar atau apakah akan keluar," ucapnya. Ia melanjutkan, dari hasil evaluasi data pemantauan, hingga saat ini mengindikasikan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Agung masih tinggi. Sehingga, probabilitas untuk terjadi letusan masih lebih tinggi dari pada probabilitas untuk tidak terjadi letusan. Namun demikian, probabilitas letusan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada data pemantauan terkini.

Ia melanjutkan, jika terjadi letusan, kemungkinan besar akan diawali dengan letusan kecil, namun juga memungkinkan untuk diikuti oleh letusan yang lebih besar. "Besarnya letusan tidak bisa ditentukan dengan pasti.? Tanggal dan waktu pasti letusan tidak dapat diprediksi," tutur Devy. Namun demikian, PVMBG akan mengeluarkan peringatan sedini mungkin jika kondisi aktivitas Gunung Agung berubah atau jika teramati kecenderungan yang lebih tinggi untuk terjadi letusan.

"Masyarakat maupun wisatawan yang berada di luar zona bahaya dapat melakukan aktivitas seperti biasa. Masih aman untuk berwisata di Bali. Namun, masyarakat maupun wisatawan agar tidak memasuki zona bahaya," ujar Devy.?

Zona bahaya saat ini yaitu di dalam radius sembilan kilometer dari puncak dan perluasan sejauh 12 kilometer dari puncak Gunung Agung ke arah sektor utara-timur laut dan tenggara-selatan-barat daya. PVMBG terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) maupun pemerintah daerah untuk memperkuat sistem peringatan dini letusan.

"Wisatawan yang berada di Bali maupun masyarakat setempat agar tetap mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia," pinta dia.