Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 8 Oktober 2017 | 18:35 WIB
  • Suhu Uap Air Gunung Agung Sudah 300 Derajat Celsius

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Bobby Andalan (Bali)
Suhu Uap Air Gunung Agung Sudah 300 Derajat Celsius
Photo :
  • ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
Gunung Agung keluarkan asap mengepul

VIVA.co.id – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menjelaskan bahwa aktivitas kegempaan bukan penyebab asap di kawah Gunung Agung yang membumbung setinggi 1,5 kilometer pada Sabtu malam, 7 Oktober 2017.

Asap berwarna dominan putih itu pun bukan abu vulkanik, melainkan sekadar uap air. Soalnya diperkirakan suhu panas sekali di bawah kawah sehingga terjadi akumulasi lalu dilepaskan menjadi uap air.

Menurut Kepala Bidang Mitigasi PVMBG, I Gede Suantika, suhu uap air di mulut Gunung Agung mencapai titik kepanasan 100 derajat celsius. Sedangkan di dalam perut gunung, uap air kian panas dengan suhu mencapai 200-300 derajat celsius.

Hal yang terjadi pada Gunung Agung pada Sabtu malam itu, lanjut Suantika, adalah aktivitas asap solfatara, bukan letusan. Kemungkinan yang menyebabkan tingginya asap di kawah Gunung Agung ialah curah hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir. Air hujan masuk ke kawah dan terjadi pemanasan di dalam perut Gunung Agung.

Asap panas itu, Suantika mengingatkan, tetap berbahaya meski tak seberbahaya abu vulkanik. Selain itu bau belerang juga pasti menyengat sedikitnya pada radius 700 meter dari kawah gunung.

Berdasarkan hasil evaluasi hari ini, aktivitas kegempaan Gunung Agung masih kritis. Gempa vulkanik terjadi 500-600 kali, gempa vulkanik dangkal 300-350 kali, dan gempa tektonik lokalnya 60-70. (ren)