Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 9 Oktober 2017 | 13:38 WIB
  • KPK Sita CCTV Terkait Suap Ketua Pengadilan Tinggi Manado

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Edwin Firdaus
KPK Sita CCTV Terkait Suap Ketua Pengadilan Tinggi Manado
Photo :
  • ANTARA FOTO/Rosa Panggabean
Anggota DPR Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar Aditya Moha tersangka di KPK

VIVA.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah barang bukti usai menggeledah tiga lokasi terkait kasus dugaan suap yang melibatkan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Aditya Nugraha Moha dan Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Sudiwardono.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengungkapkan, tiga lokasi penggeledahan dimaksud yakni di rumah dinas Moha di kompleks DPR RI, Kalibata, Jakarta Selatan, serta di kantor Pengadilan Tinggi Manado dan rumah dinas Sudiwardono.

"Dari ketiga lokasi tersebut, penyidik menyita dokumen dan barang bukti elektronik," kata Febri di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin, 9 Oktober 2017.

Selain itu, dikatakan Febri, pihaknya juga menyita sebuah rekaman CCTV hotel di daerah Pecenongan, Jakarta Pusat dan bukti pemesanan hotel di lokasi indikasi suap terjadi.

Febri manambahkan, penggeledahan sendiri dilakukan pada Minggu 8 Oktober 2017, pasca KPK menetapkan Aditya Nugraha Moha dan Sudiwardono sebagai tersangka.

Aditya yang saat ini masih anggota Komisi XI DPR RI. Ia ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan untuk mempengaruhi putusan banding terkait perkara korupsi Tunjangan Pendapatan Aparat Pemerintah Desa (TPAPD) Boolang Mongondow tahun 2010, yang mendera mantan Bupati Boolang Mongondow periode 2006-2011, Marlina Moha Siahaan.

Di tingkat pertama, Marlina yang merupakan ibunda dari Aditya Nugraha Moha, diputus majelis hakim Pengadilan Tipikor Manado, terbukti melakukan korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa sebesar Rp1,25 miliar. Namun atas putusan itu, Marlina mengajukan banding.

Kini, Aditya dan Sudiwardono telah ditahan penyidik usai jalani pemeriksaan KPK, Minggu, 8 Oktober 2017. Aditya ditahan di Rutan KPK yang berada di Jl. Kuningan Persada, Jaksel, sedangkan hakim Sudiwardono ditahan Rutan KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya, Guntur, Manggarai.