Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 9 Oktober 2017 | 17:41 WIB
  • Meningkat Waspada, Gunung Ile Lewotolok Sangat Berbahaya

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono
Meningkat Waspada, Gunung Ile Lewotolok Sangat Berbahaya
Photo :
  • Repro Google Maps
Kondisi kawah Gunung Ile Lewotolok di NTT.

VIVA.co.id – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah meningkatkan status aktivitas vulkanik Gunungapi Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menjadi waspada atau level II.

Status aktivitas vulkanik gunung berketinggian 1.423 mdpl ini ditingkatkan dari normal ke waspada sejak terhitung 7 Oktober 2017, pukul 20.00 WITA.

PVMBG meningkatkan status aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok , karena berdasarkan pemantauan dari Pos PGA di Desa Laranwutun, terjadi peningkatan aktivitas kegempaan yang cukup signifikan pada gunung itu.

Terkait peningkatan status ini, PVMBG merekomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok dan pengunjung, pendaki, wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya di dalam area kawah Gunung Ile Lewotolok dan di seluruh area dalam radius dua kilometer dari puncak atau pusat aktivitas.

Selain itu, berdasarkan informasi yang dihimpun VIVA.co.id, di situs resminya, Senin, 9 Oktober 2017, PVMBG juga mengeluarkan peringatan ancaman bahaya terkait peningkatan aktivitas ini.

Menurut PVMBG, meski baru berstatus waspada tapi potensi bahaya sangat besar terjadi di gunung ini, Gunung Ile Lewotolok bisa melontarkan batu pijar dan hujan abu lebat.

Selain itu, juga berpotensi terjadi longsoran atau guguran material lapuk dari bagian puncak Gunung Ile Lewotolok. Karena puncak gunung merupakan bagian atas intrusi yang diperkirakan mempunyai volume sekitar 400.000 meter kubik mengarah ke tenggara.

Tak hanya itu, awan panas juga berpotensi meluncur dari puncak gunung, dengan arah luncuran utama ke sektor tenggara dan timur. Gunung Ile Lewotolok juga menyemburkan gas vulkanik yang berbahaya bagi kehidupan antara lain CO2, CO, dan SO2 di daerah puncak.

Gunung api ini sempat mengalami masa krisis gempa pada Januari 2012. Saat itu PVMBG meningkatkan status gunung dari normal ke waspada hingga siaga, hanya dalam waktu kurang dari satu bulan.

Namun, pada 25 Januari 2012 pukul 16.00 WITA, PVMBG menurunkan statusnya dari siaga ke waspada dan turun lagi menjadi berstatus normal pada 17 Oktober 2013 pukul 10.00 WITA.

Gunung Ile Lewotolok sudah mengalami beberapa kali erupsi, berdasarkan catatan sejarah, gunung ini pernah meletus pada tahun 1660, 1819, 1849, 1852, 1821, 1864, 1889, dan 1920.

Baca: Gunung Ile Lewotolok di NTT Menggeliat, Status Naik Waspada