Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 10 Oktober 2017 | 07:54 WIB
  • Tekanan Magma Gunung Agung Masih Ada

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Bobby Andalan (Bali)
Tekanan Magma Gunung Agung Masih Ada
Photo :
  • Bobby Andalan/VIVA.co.id
Gunung Agung.

VIVA.co.id – Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem, masih berstatus awas. Hingga hari ini, Selasa 10 Oktober 2017, sudah 18 hari status Gunung Agung dinaikkan levelnya dari siaga (level III) menjadi awas (level IV). Aktivitas gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut, disingkat mdpl itu masih tinggi.

Dari laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang disusun oleh petugas setempat, I Dewa Made Mertha Yasa, sejak pukul 00.00 WITA hingga pukul 06.00 WITA hari ini, terjadi gempa vulkanik dangkal sebanyak 73 kali, gempa vulkanik dalam 135, dan sembilan kali gempa tektonik lokal.

Secara visual, gunung kabut 0-I hingga kabut 0-III. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dan kelabu, dengan intensitas tipis dan tinggi 100 meter di atas kawah puncak.

Cuaca cerah, berawan, mendung dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 22-23 derajat celsius dan kelembaban udara 86-88 persen. Volume curah hujan 2,2 milimeter per hari.

"Potensi untuk terjadi letusan masih tinggi. Analisanya aktivitas masih tinggi dan suplai (tekanan magma) masih ada. Kita membaca data yang diberikan Gunung Agung sendiri," kata Kepala PVMBG, Kasbani di Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Selasa.

Masyarakat di sekitar Gunung Agung, pendaki, pengunjung, wisatawan tetap direkomendasikan agar tidak berada dan jangan melakukan aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya. Yaitu di dalam areal kawah Gunung Agung dan di seluruh areal di dalam radius sembilan kilometer dari kawah puncak Gunung Agung, dan ditambah perluasan sektoral ke arah utara-timur laut dan tenggara, selatan, serta barat daya sejauh 12 kilometer.

Zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual. (asp)