Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 11 Oktober 2017 | 11:44 WIB
  • Anak Penjual Kopi ke Kanada, Mensos Puji Daya Juang Sang Ibu

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Bayu Nugraha
Anak Penjual Kopi ke Kanada, Mensos Puji Daya Juang Sang Ibu
Photo :
  • VIVA.co.id/ Bayu Nugraha
Mensos Khofifah Indar Parawansa bersama Monica, anak penjual kopi.

VIVA.co.id – Kisah Monica (15 tahun), anak penjual kopi yang akan berangkat ke Kanada untuk menhadiri pertemuan internasional, turut menarik perhatian Menteri Sosial Khofifah Indarparawangsa. 

Khofifah bertemu dengan Monica dan ibunya, Purwati (46 tahun), di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RSPA), Bambu Apus, Jakarta Timur, Rabu, 11 Oktober 2017.

Khofifah bersyukur ada kemitraan dan koordinasi yang baik antara masyarakat dan instansi pemerintah lainnya dalam kasus Monica. Sebab, Monica sempat terancam tak bisa berangkat ke Kanada untuk menghadiri undangan pertemuan The WHO 8th Milestone of Global Campaign for Violence Prevention di Kota Ottawa, Kanada, pada 19-20 Oktober 2017.  

Monica lulus seleksi untuk berangkat ke Kanada setelah mengirimkan artikel tentang mengakhiri kekerasan anak. Pertemuan itu akan dihadiri oleh perwakilan anak, pemerintah, non-government organisation (NGO) sedunia.

Monica bisa berangkat ke Kanada jika sang ibu menandatangani surat keberangkatan ke Kanada. Hal itu diperlukan untuk mengurus visa Monica yang masih di bawah umur. Purwati yang tidak tinggal bersama Monica sempat dicari-cari untuk diminta tanda tangan. Pada saat-saat akhir penyerahan dokumen, Purwati yang berdagang kopi keliling berhasil ditemukan. 

"Jadi hari ini saya bersyukur ada kemitraan yang luar biasa dari berbagai elemen masyarakat dari KPAI yang bersinergi dengan kami Kemensos dan Suku Dinas Sosial DKI Jakarta Pusat," kata Khofifah.

Khofifah menilai, Purwati adalah sosok ibu yang memiliki daya juang sangat luar biasa. "Keterbatasan beliau untuk bekerja keras mengantarkan putra putrinya dengan baik dan bisa meraih masa depan yang baik. Meskipun tidak bisa mengenyam pendidikan dengan baik maka anak-anaknya harus bisa termotivasi mendapatkan pendidikan yang terbaik," katanya.

Bisa Jadi Contoh

Hal yang dilakukan Purwati, lanjut Khofifah,  bisa menjadi contoh bagi seluruh ibu di Indonesia. "Apa yang beliau lakukan bisa menjadi role model ibu-ibu seluruh Indonesia bahwa kerja keras seorang ibu dan perlindungan bagi anak-anaknya tidak pernah berhenti," katanya.

Soal visa Monica yang saat ini belum kunjung terbit, ia sudah meminta Save the Children untuk mengurusnya. Tak hanya membantu dalam pengurusan visa, Khofifah mengatakan, Kementerian Sosial memberikan bantuan berupa modal usaha buat Purwati dan biaya pendidikan untuk anak-anaknya.

"Kami juga berikan rumah. Namun saat ini bu Purwati kami bawa ke rumah aman terlebih dahulu. Nanti juga diberikan modal usaha berdagang dan sepeda untuk bu Purwati berjualan," katanya. (ren)