Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 12 Oktober 2017 | 13:07 WIB
  • Vietnam Pertimbangkan Impor Produk Pertahanan Indonesia

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Fajar Ginanjar Mukti
Vietnam Pertimbangkan Impor Produk Pertahanan Indonesia
Photo :
  • VIVA.co.id/Lilis Khalis
Menkopolhukam Wiranto

VIVA.co.id – Vietnam mempertimbangkan untuk mengimpor sejumlah produk pertahanan yang diproduksi Indonesia.

Hal itu menjadi salah satu topik bahasan dalam pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, dengan Menteri Pertahanan Vietnam Ngô Xuân Lch, di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Oktober 2017.

Wiranto menyampaikan, Indonesia dan Vietnam sendiri menjalin kerja sama di bidang pertahanan sejak 2010, yang memungkinkan adanya pertukaran produk-produk pertahanan, termasuk alat utama sistem persenjataan (alutsista).

"Ada keinginan Vietnam untuk terus meningkatkan hubungan pertahanan bersama, terutama yang mengenai industri pertahanan juga. Mereka juga berkeinginan melihat produksi Indonesia apa yang bisa dipakai oleh Vietnam," ujar Wiranto.

Menurut Wiranto, delegasi Kementerian Pertahanan Vietnam selanjutnya akan melakukan pertemuan juga dengan Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut tentang hal ini.

"Saya mendorong supaya ada paling tidak produk-produk antarnegara yang bisa kita kombinasikan, kita pertukarkan," ujar Wiranto.

Lebih lanjut, Wiranto menyampaikan, ia juga meminta delegasi Kementerian Pertahanan Vietnam untuk mengoptimalkan kunjungan mereka ke Indonesia dengan menemui juga pejabat-pejabat Indonesia yang terkait pertahanan dan keamanan.

Wiranto menyampaikan harapannya supaya kerja sama pertahanan yang baik antara dua negara, bisa berkontribusi positif terhadap upaya penjagaan keamanan di kawasan Asia Tenggara.

"Agar ada satu pemahaman yang sama bahwa Vietnam dan Indonesia mempunyai kepentingan yang sama untuk mempertahankan keamanan kawasan ini, terutama menyangkut negara-negara ASEAN," ujar Wiranto. (ase)