Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 12 Oktober 2017 | 14:11 WIB
  • Ganja Saddam Husen Dikirim ke Semarang, Tujuan Akhirnya Bali

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Dwi Royanto (Semarang)
Ganja Saddam Husen Dikirim ke Semarang, Tujuan Akhirnya Bali
Photo :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto
Gelar perkara pengungkapan upaya penyelundupan ganja dicampur kopi di kantor BNN Provinsi Jawa Tengah di Semarang pada Kamis, 12 Oktober 2017.

VIVA.co.id - Paket ganja dicampur kopi sindikat Saddam Husen dan kawan-kawan yang dibongkar Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah sebenarnya akan diedarkan di Bali. Pengiriman narkoba dari Aceh itu memang dialamatkan ke Semarang, tetapi hanya untuk mengelabui.

BNN menyebut modus operandi penyelundupan ganja itu terkategori baru ditemukan di Jawa Tengah. Soalnya paket narkoba asal Aceh dan dikirimkan ke sebuah salon di Semarang, tetapi tujuan sesungguhnya adalah Bali.

"Kenapa Semarang, karena rute dan skenario pelaku menginginkan seperti itu, agar modus mereka lebih lancar menggunakan alamat palsu," kata Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Brigadir Jenderal Polisi Tri Agus Heru, dalam gelar perkara di Semarang pada Kamis, 12 Oktober 2017.

Paket ganja itu diketahui dikendalikan Agus Santoso, seorang napi kasus narkotika di Lapas Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Ia lalu memerintahkan dua kurir, yakni Saddam Husen dan Suriyanto, masing-masing warga Kediri dan Malang, Jawa Timur, untuk mengambil paket itu di Semarang. Paket dikirim via Kantor Pos dari Lhokseumawe ke Semarang dengan mencampur paket ganja dalam bungkusan plastik kopi. Total berjumlah 20 paket dengan berat ganja 10,68 kiligram.

Setelah menangkap kedua pelaku, BNN Jawa Tengah lalu berkoordinasi dengan BNN Jawa Timur serta Kepala Lapas Porong untuk mengamankan Agus Santoso berikut barang bukti handphone sebagai alat komunikasi penyelundupan narkoba. Si napi mengaku memang membayar kedua orang itu sebagai kurir.

Agus mengaku paket ganja itu dipesan seorang warga Bali bernama Ketut. Memang akan diedarkan di Bali. Agus memesannya langsung kepada jaringannya bernama Teuku Wan di Lhokseumawe.

Saddam Husen mengaku baru kali pertama menjadi kurir narkoba. Pria yang kini berprofesi peternak bebek itu mengenal Agus ketika sama-sama mendekam di Lapas Porong. Dia memang dijanjikan sejumlah uang jika tetapi belum dibayarkan sampai sekarang. (ren)