Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 12 Oktober 2017 | 20:37 WIB
  • Gempa Tremor Biasanya Jadi Kode Gunung Bakal Meletus

  • Oleh
    • Toto Pribadi,
    • Bobby Andalan (Bali)
Gempa Tremor Biasanya Jadi Kode Gunung Bakal Meletus
Photo :
  • Google Maps
Puncak Gunung Agung, Karangasem, Bali.

VIVA.co.id – Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil, meminta masyarakat untuk tetap tenang meski gempa tremor non-harmonic kini mulai muncul di Gunung Agung, Bali. Sebab, tak selalu gempa tremor menjadi sinyal gunung bakal meletus.

Menurut Devy, gempa tremor yang terjadi terus menerus memang biasanya menjadi penanda terakhir sebelum letusan. "Tremor terus menerus biasanya menjadi penanda terakhir sebelum letusan terjadi," kata Devy, Kamis 12 Oktober 2017.

Tremor yang terus menerus ini, lanjut Devy, biasanya berkaitan dengan penghancuran sumbat penutup kawah sebelum gunung meletus. Namun Devy menegaskan, gempa tremor yang mulai terasa di Gunung Agung tak serta merta menjadi tanda pasti bahwa gunung akan meletus.

"Termor harmonic bisa terjadi kalau aliran fluida mengakibatkan bergeraknya conduit dan membuat resonance effect atau efek resonansi. Tremor harmonic juga tidak selalu diikuti letusan," kata Devy.

Diberitakan sebelumnya, Gunung Agung telah mengalami tiga kali gempa tremor non-harmonic hingga sore tadi.

Menanggapi aktivitas itu, Devy meminta masyarakat di sekitar Gunung Agung untuk tetap tenang dan waspada dan menghimbau media untuk tetap berhati-hati dalam mengabarkan aktivitas Gunung Agung sehingga tidak menimbulkan keresahan. (hd)