Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 12 Oktober 2017 | 21:24 WIB
  • Nasib Uskup Hubert Leteng Kini Tergantung Vatikan

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • antv/tvOne
Nasib Uskup Hubert Leteng Kini Tergantung Vatikan
Photo :
  • VIVA.co.id/Jo Kenaro
Uskup Hubert Leteng.

VIVA.co.id – Monsinyur (Mgr) Hubertus Leteng telah mengundurkan diri. Keuskupan Ruteng Flores NTT saat ini dikendalikan oleh Uskup Denpasar Mgr Silvester San yang ditugaskan Paus Fransiskus sebagai Administrator Apostolik, sambil menunggu Vatikan mengangkat uskup Ruteng yang baru.

Sekretaris Jenderal Keuskupan Ruteng, Rm Manfred Habur, Pr menjelaskan, Uskup Hubert Lateng, terhitung sejak 11 Oktober 2017, resmi berstatus Emeretus atau Uskup yang telah pensiun.

Disayangkan memang, uskup berusia 58 tahun yang ditahbiskan menjadi Uskup Ruteng pada 14 April 2010 lalu terpaksa meletakkan jabatan 17 tahun lebih awal. Padahal sesuai hukum Gereja, seorang Uskup pensiun pada usia 75 tahun.

Dikatakan Rm Manfred, meski pensiun dini, namun Uskup Leteng tetap akan menjalankan tugas imamatnya. Namun karya pastoral Uskup Emeretus Leteng ke depannya masih menunggu perintah Vatikan.

“Kalau sudah pensiun artinya tugas sebagai uskup hilang dengan sendirinya, tetapi untuk tugas sebagai imam tetap ia jalankan,” tulis Rm Manfred, melalui percakapan WhatsApp, Kamis, 12 Oktober 2017.

Terkait di mana Uskup Leteng akan menjalankan masa pensiunnya, itu akan diatur oleh Vatikan.

“Pasti bertugas di luar wilayah pelayanan Keuskupan Ruteng, bahkan berpotensi pindah di tempat jauh,” sambungnya.

Dalam dekrit pemberhentian Uskup Hubert Leteng, Paus Fransiskus tidak menjelaskan alasan pengunduran diri Uskup Leteng. Pihak Keuskupan Ruteng sendiri tidak berani membeberkan alasan pengunduran diri Uskup Hubert Leteng.

Menurut Sekjen Keuskupan Ruteng, Rm Manfred Habur, Mgr Hubert Leteng mengajukan permohonan mengundurkan diri ke Vatikan, setelah kedatangan Visitor Apostolik Mgr Anton Bunjamin Subianto  sebagai Peninjau Resmi Tahta Suci Vatikan, guna merespons gonjang-ganjing di tubuh Keuskupan Ruteng yang melibatkan Mgr. Hubert Leteng pada Agustus 2017 lalu.

Seperti yang ramai diberitakan media lokal termasuk media asing, Uskup Hubert Leteng terindikasi memiliki kekasih dan melakukan penggelapan dana gereja hingga US$120 ribu atau Rp1,6 miliar. Hubert pernah berkelit bahwa uang itu digunakan untuk pemberdayaan orang-orang miskin.

Nasib Mgr Hubert Leteng kini ada di tangan Vatikan. Pertanyaan yang kemudian muncul, apa sikap Vatikan  berkaitan dengan penyelewengan dana yang diduga dilakukan Uskup Hubert Leteng? Sejatinya uang berjumlah miliaran itu harus dikembalikan karena keringat umat.

Laporan Jo Kenaru-Manggarai, NTT