Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 13 Oktober 2017 | 14:19 WIB
  • Wiranto Ingin Bangun Lapas Sesuai Jenis Kejahatan

  • Oleh
    • Syahrul Ansyari
Wiranto Ingin Bangun Lapas Sesuai Jenis Kejahatan
Photo :
  • ANTARA FOTO/Rosa Panggabean
Menko Polhukam Wiranto saat memberikan keterangan pers soal Perppu Ormas

VIVA.co.id - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, ingin membangun banyak lembaga pemasyarakatan (lapas) yang masing-masingnya dikhususkan untuk dihuni pelaku jenis-jenis tindak kejahatan tertentu. Wiranto menyampaikan, cara ini bisa dilakukan untuk mencegah para pelaku tindak kejahatan yang berbeda, malah saling 'bertukar ilmu' di penjara seperti yang terjadi saat ini.

"Nanti akan ada suatu saling 'cross' kemampuan, saling memberikan pengetahuan (jika pelaku semua jenis kejahatan dipenjara di lapas yang sama). Itu kan sama saja membayar, atau pemerintah membayar sekolah (penjara) untuk masalah-masalah yang sebenarnya tidak baik untuk kehidupan sebagai bangsa," ujar Wiranto di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Oktober 2017.

Wiranto menyampaikan, jika dilaksanakan, rencana ini diharapkan juga turut menyelesaikan masalah kelebihan kapasitas yang sudah lazim terjadi di banyak lapas di Indonesia.

Menurut Wiranto, untuk tahap awal, rencana pendirian lapas-lapas khusus ini bisa diterapkan untuk narapidana-narapidana kasus besar, seperti narkoba, terorisme, dan korupsi. Sementara itu, lapas-lapas lain bisa dihuni narapidana tindak kejahatan lain yang lebih ringan.

"Kami bisa melakukan pemisahan untuk mengurangi kepadatan lapas," ujar Wiranto.

Wiranto belum mau menjelaskan secara rinci rencananya, termasuk lokasi-lokasi tepat pendirian lapas. Wiranto menyampaikan, rencana ini juga akan membuat program pemasyarakatan akan dapat dilakukan dengan lebih efektif, karena dirancang khusus untuk para narapidana yang melakukan tindak kejahatan yang sama.

"Lapas itu kan sebenarnya diusahakan untuk penyadaran, pembelajaran kembali untuk bisa masuk ke masyarakat dalam kehidupan yang normal," ujar Wiranto.