Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 13 Oktober 2017 | 15:06 WIB
  • IDI Kecam Oknum LSM Labrak Rumah Sakit di Tangerang

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Sherly (Tangerang)
IDI Kecam Oknum LSM Labrak Rumah Sakit di Tangerang
Photo :
  • Youtube
Screenshot video Youtube tentang sejumlah anggota LSM melabrak Rumah Sakit Arya Medika, Tangerang, Banten.

VIVA.co.id - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengecam tindakan sejumlah oknum sebuah lembaga swadaya masyarakat yang melabrak Rumah Sakit Arya Medika, Tangerang, Banten.

IDI menyayangkan peristiwa itu terjadi meski berdalih memprotes kasus seorang pasien meninggal dunia. Padahal, duduk perkara atau penyebab si pasien meninggal pun belum diketahui pasti kala itu.

"Kami pun kecewa dengan sikap para pria dari LSM tersebut," kata Sekretaris Jenderal IDI, Dr Moh Adib Khumaidi, saat dihubungi VIVA.co.id pada Jumat, 13 Oktober 2017.

Dia juga berjanji menindaklanjuti peristiwa itu. "Kami juga akan segera ambil tindakan proses terkait kejadian itu," ujarnya, tanpa menjelaskan lebih rinci maksud tindakan proses.

Hal yang pasti, kata Adih, berdasarkan klarifikasi kepada manajemen Rumah Sakit Arya Medika, tak ada kesalahan prosedur dalam peristiwa penanganan pasien kala itu. Malahan, dia mengklaim, "Kondisi pasien sudah memburuk saat dibawa ke rumah sakit, dan sudah tidak bernyawa saat di perjalanan."

Peristiwa itu ramai di media sosial dan awalnya dari sebuah video berjudul RS Arya Medika Menolak Pasien, Akhirnya Meninggal di Mobil Saat Perjalanan ke RS Lain yang diunggah di situs berbagi video Youtube.

Dalam video dengan berdurasi tiga menit itu memperlihatkan seorang wanita yang tengah duduk di bangku belakang mobil sambil memangku seorang wanita yang merupakan pasien.

Saat itu tampak pasien wanita ditutupi kain. Pada video pun terdapat keterangan kejadian tentang penolakan Rumah Sakit Arya Medika hingga menyebabkan pasien meninggal.

Video lain memperlihatkan sejumlah pria yang diduga anggota sebuah berbicara dengan salah satu petugas rumah sakit dengan nada tinggi sembari menunjuk si petugas.