Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 13 Oktober 2017 | 16:43 WIB
  • Ali Mazi Ditolak Jadi Cagub Sultra meski Diusulkan Golkar

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Kamarudin Egi (Kendari)
Ali Mazi Ditolak Jadi Cagub Sultra meski Diusulkan Golkar
Photo :
  • VIVA.co.id/ Egi.
Aksi demonstrasi di kantor Golkar Sultra, Kamis, 12 Oktober 2017.

VIVA.co.id - Sejumlah kader Partai Golkar menolak pencalonan Ali Mazi sebagai gubernur Sulawesi Tenggara melalui partai itu. Pencalonannya melalui Golkar dianggap akan menjadi bencana bagi partai berlambang pohon beringin itu.

"Ali Mazi tidak mempunyai etika politik. Kalau pun dia mendapatkan rekomendasi, itu sifatnya sementara karena ditandatangani Nurdin Halid. Kemudian Ali Mazi juga tidak pernah berkomunikasi dengan kader Golkar di Sultra," kata Rahman, Ketua Forum Penyelamat Partai Golkar, di Kendari pada Jumat, 13 Oktober 2017.

Pernyataan Rahman menanggapi langkah politik Ali Mazi yang yang mengklaim telah mendapatkan restu Partai Golkar sebagai calon gubernur Sulawesi Tenggara pada pilkada tahun 2018. Restu itu, katanya, berbentuk surat rekomendasi yang ditandatangani Nurdin Halid, Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat Golkar.

Rahman menolak pencalonan Mazi bukan bermaksud melawan keputusan pimpinan pusat Golkar, melainkan semata menganggap Mazi tidak layak menjadi calon gubernur. Apalagi latar belakang Mazi di masyarakat Sulawesi Tenggara kurang baik, termasuk di Golkar.

"Dia (Ali Mazi) hanya menganggap DPP (Partai Golkar) sebagai penopang utama. Padahal ada kader di daerah. Terus terang ini sangat menyakiti kami sebagai kader. Kami sudah rapat dan sepakat menolak Ali Mazi," katanya.

Nurdin Halid juga sudah menyatakan bahwa Mazi adalah calon yang diusung Golkar. Menurutnya, figur Mazi dianggap bisa memenangkan Golkar dalam pilkada nanti. "Sudah semua, Golkar itu ke Ali Mazi," katanya.

Mazi belum memberikan keterangan tentang hal itu. Walau kader Golkar Sulawesi Tenggara menolaknya, Mazi belum memberikan tanggapan.

Ketua Harian Golkar Sulawesi Tenggara, Imam Al Gozali, menganggap wajar bahwa kader partainya menolak Mazi. Soalnya pimpinan pusat Golkar di Jakarta tidak pernah melibatkan kader di daerah sebelum memberikan rekomendasi kepada Mazi.

"Ini sungguh melukai hati kader termaksud ketua-ketua DPD di tujuh belas kabupaten dan kota di Sultra, padahal kami sudah merekomendasikan tiga nama, tetapi disetujui yang bukan direkomendasikan oleh kader," ujarnya. Baca: Kader Golkar Anggap Surat Nurdin Soal Ali Mazi Bodong (ase)