Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 13 Oktober 2017 | 20:03 WIB
  • Ahok Unggul dalam Survei Cawapres Jokowi, Ini Sindiran PKS

  • Oleh
    • Toto Pribadi,
    • Lilis Khalisotussurur
Ahok Unggul dalam Survei Cawapres Jokowi, Ini Sindiran PKS
Photo :
  • REUTERS/Bay Ismoyo/Pool
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebelum menjalani masa tahanan beberapa waktu lalu.

VIVA.co.id – Wakil Ketua Majelis Syuro DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid menanggapi hasil salah satu survei yang memunculkan nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai kandidat terkuat calon wakil presiden Jokowi.

"Ya rasional saja kalau kemarin pendukung Ahok tentu ingin tetap mendukung dia dan tentu tetap ingin memenangkan dia dalam survei apapun.  Sehingga dia akan ada di posisi terbaik menurut yang mencintai Ahok," kata Hidayat di gedung DPR, Jakarta, Jumat 13 Oktober 2017.

Ia menambahkan, kalau ukurannya pilgub DKI Jakarta, maka berbeda antara hasil survei dengan real count. Sebab real count hanya 42 persen yang memenangkan Ahok pada Pilkada DKI Jakarta lalu.

"Itu bukan ukuran lembaga survei tapi itu adalah fakta yang sudah terjadi dan besok hari Senin akan diresmikan kebenaran ini melalui pelantikan (Anies Baswedan-Sandiaga Uno) oleh Pak Jokowi yang dulu adalah gubernur untuk Ahok," kata Hidayat.

Menurutnya, kalau ukurannya survei maka sangat tergantung dengan siapa respondennya. Sebab kalau respondennya pendukung Ahok bisa jadi 100 persen memenangkan Ahok. "Kalau ukurannya fakta tentang pilgub maka ada beberapa lembaga survei yang kemarin sangat meleset dan diberi kartu merah oleh peneliti UI," kata Hidayat

Ia melanjutkan real count mencatat ternyata 58 persen warga Jakarta tak memenangkan Ahok. Apalagi dengan posisi Ahok sebagai tahanan. "Terbukti melakukan penistaan agama, saya kira kalau dibuat survei yang lebih fair lagi mungkin kondisinya akan berbeda, jadi publik sudah hafal lah," kata Hidayat