Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 1 November 2017 | 16:20 WIB
  • Timwas Haji DPR Soroti Masalah Jemaah RI di Mina

  • Oleh
    • Eko Priliawito,
    • Reza Fajri
Timwas Haji DPR Soroti Masalah Jemaah RI di Mina
Photo :
  • Viva.co.id/Eko Priliawito
Tenda penginapan jemaah haji Indonesia di Mina.

VIVA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) pada 2017 ini tergolong baik. Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Iskan Qolba Lubis, mengapresiasi peningkatan kepuasan jemaah.

"Kondisi di Arafah cukup bagus karena tenda-tenda tahun ini sudah upgrade atau ditingkatkan dengan tenda-tenda lama diganti, ada kipas angin dan AC," kata Iskan ketika dihubungi VIVA.co.id, Rabu 1 November 2017.

Namun menurut Iskan, yang juga berada dalam tim pengawas haji, masalah besar terjadi di Mina karena ruang yang diberikan kepada jemaah haji memang masih sangat kecil dan tidak nyaman.

Penyebabnya menurut dia, karena kemah jemaah Indonesia tercampur dengan jemaah haji furodah atau jemaah non kuota.

"Berdempetan dan sulit untuk istirahat," ujar Iskan.

Baca: Menag Akui Pelayanan Jemaah Haji di Arafah-Mina Masih Rendah

Respons Amirul Hajj soal Jemaah Haji Furodah.

Sementara terkait keluhan petugas haji yang kurang, menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, terjadi karena pemondokan jemaah tidak terkonsentrasi pada satu tempat.

"Tapi berserakan, membuat petugas tidak efisien dalam bertugas, dan banyak jemaah kesasar," kata Iskan.

Sebelumnya, BPS mencatat secara keseluruhan IKJHI pada tahun 1438 H/2017 adalah sebesar 84,85 persen, atau tergolong memuaskan. Angka ini naik 1,02 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 83,83 persen.

"Syukur kami yang berikutnya karena hasilnya mengalami peningkatan. Meskipun sebenarnya kami sendiri sejak awal merasa tidak terlalu pede karena terus terang jumlah jemaah mengalami penambahan luar biasa dari 168.800 menjadi 221.000, itu artinya penambahannya 52.200 jemaah," kata Menteri Agama Lukman Saifuddin di Gedung BPS Jakarta Pusat, Rabu 1 November 2017.

Sementara pada tahun ini, lanjut dia, jumlah petugas hanya bertambah dari 3.250 menjadi 3.500 personil. Pada tahun lalu rasionya adalah satu petugas menangani 51-52 orang. Sementara pada tahun ini rasionya menjadi satu petugas melayani 63 jamaah.

"Padahal normalnya dalam pengalaman kami 1:40 maksimalnya. Karenanya kami merasa bersyukur hasil indeks kepuasan jemaah haji 2017 angkanya 84,85. Artinya, sejak 2014, sejak pemerintahan Jokowi-JK ini mengalami tren yang terus naik," ujar Menteri. (ren)