Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 1 November 2017 | 21:49 WIB
  • Jenderal Tito Pamer Cara Tumpas Teroris di Markas PBB

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Irwandi Arsyad
Jenderal Tito Pamer Cara Tumpas Teroris di Markas PBB
Photo :
  • Dokumen Divhumas Polri
Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian di Markas PBB.

VIVA – Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian dipercaya menjadi salah satu pembicara di forum internasional dalam panel Discussion yang diselenggarakan di Markas Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Kota New York, Amerika Serikat.

Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme itu berbicara tentang strategy and counter strategy on global terrorist networks, di hadapan 52 perwakilan negara dunia. 

Ia memandang isu utama dalam keamanan dunia internasional saat ini salah satunya adalah tentang fenomena terorisme global. Menurut dia, ada fenomena terorisme global kontemporer dalam dua gelombang besar.

"Gelombang pertama saat kemunculan Al-Qaeda sebagai jaringan kelompok terorisme global pertama kali di dunia, dan gelombang kedua sejak 2014 saat ISIS muncul sebagai ancaman baru bagi keamanan dunia," kata Tito melalui keterangan tertulis, Rabu 1 November 2017.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini menilai pentingnya konsep strategi soft approach dalam menghadapi kelompok terorisme ini, tidak hanya mengandalkan hard approach. Baginya, penerapan konsep soft approach ini berhasil menurunkan kualitas dan jumlah serangan teror yang terjadi di Indonesia. "Karena mengingat terorisme global tidak mungkin diselesaikan hanya dengan penggunaan senjata," ujar Tito.

Tito menuturkan, dengan cara pendekatan lunak, setidaknya ada lima langkah yang bisa dilakukan. Lima langkah ini adalah kontra radikalisasi, deradikalisasi, kontra ideologi, menetralisir saluran dan menetralisir situasi yang mendukung penyebaran paham radikal.

Mantan Kapolda Papua ini juga menyampaikan pesan penting kepada PBB terkait pentingnya menjaga perdamaian dunia, terutama di negara-negara Islam. Menurut Tito, PBB perlu memprioritaskan penyelesaian konflik terkait dengan warga muslim. "Karena ideologi radikal akan berkembang aktif dan mendapat panggung jika terjadi konflik tersebut," ucap Tito.

Selain mengikuti Panel Discussion, Tito menyempatkan diri untuk melakukan pembicaraan dengan USG Departement Field Support Mr Atul Khare membicarakan kelanjutan pengiriman pasukan Polri untuk misi perdamaian dunia.

Kemudian, Tito juga bertemu dengan USG UNOCT Mr Vladimir Voronkov guna sharing informasi tentang penanganan terorisme global. Alhasil, Mr Voronkov menawarkan Jenderal Tito untuk berbicara dalam forum khusus yang diikuti semua negara anggota PBB tentang terorisme yang akan diadakan PBB pada bulan Juni 2018 di New York. (mus)