Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 2 November 2017 | 00:28 WIB
  • Polisi Bakal Punya Alat Canggih, Bisa Pindai Wajah Buronan

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Irwandi Arsyad
Polisi Bakal Punya Alat Canggih, Bisa Pindai Wajah Buronan
Photo :
  • gefda.de
Kamera pengawas (CCTV)

VIVA – Kabar buruk bagi penjahat yang menjadi buronan. Sebab tak lama lagi Kepolisian bakal memiliki alat canggih untuk memindai dan mengenali wajah. Alat ini akan terpasang di kamera keamanan alias CCTV yang dipasang di seluruh tempat umum.

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto mengatakan, pengembangan alat canggih ini masih dalam tahap perencanaan. Ari menuturkan, alat ini sebenarnya sudah dipakai sejumlah negara di dunia, alat ini menggunakan teknologi yang bernama facial recognized cctv identification.

"Sebenarnya begini. Satu kita punya data penduduk. Kedua, kita punya data kejahatan. Ketiga, kita mencari orang untuk bisa mendapatkan orang yang kita cari," kata Ari Dono di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Rabu 1 November 2017.

Ari Dono mengatakan, teknologi yang masih dalam tahap pengembangan ini dirancang untuk mengenali dan mendeteksi wajah seseorang berdasarkan foto yang ada di Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik.

CCTV pendeteksi wajah dilengkapi dengan perangkat lunak (software) akan dipasang di tempat-tempat umum dan keramaian. Seperti di pelabuhan, bandara dan tempat umum lainnya. Dengan demikian, ketika wajah pelaku kejahatan yang menjadi buronan akan langsung terdeteksi dan langsung muncul peringatan kepada tugas.

"Kalau kita ketemu di kasus di ada beberapa kasus orang menemukan wajahnya. Kita sketsa, kita facial recognized, kita dapat semua. Kita kembangkan lagi ke depan itu untuk CCTV. Jadi nanti softwarenya kita masukkan saja," ujarnya.

Ari Dono mencontohkan, umpamanya polisi tengah mencari DPO teroris. Saat DPO tersebut terdeteksi CCTV, maka akan langsung keluar profilnya dan langsung peringatan atau pemberitahuan kepada petugas. 

"Umpamanya DPO nya teroris. Nah ini CCTV ada di pelabuhan, bandara, tempat umum. Ketika dia menangkap wajah orang itu akan keluar profilnya yang kita susun, akan keluar alat, maka kita lakukan pengejaran," ujarnya. (mus)