Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 2 November 2017 | 05:26 WIB
  • Suami Arumi Bachsin Kalahkan AHY dalam Survei Pilgub Jatim

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Nur Faishal (Surabaya)
Suami Arumi Bachsin Kalahkan AHY dalam Survei Pilgub Jatim
Photo :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal
Pemaparan survei IT-Riset Politic Consultant Indonesia tentang Pemilihan Gubernur Jawa Timur di Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu, 1 November 2017.

VIVA – Suami artis Arumi Bachsin, Emil Dardak, mengalahkan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY dalam catatan hasil survei IT-Riset Politic Consultant atau Ipol Indonesia pada konteks pemilihan gubernur Jawa Timur 2018. Nama keduanya mencuat dalam bursa bakal calon wakil gubernur pendamping Khofifah Indar Parawansa.

Ipol melakukan survei untuk Pilgub Jatim dengan metode penelitian berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Lembaga survei ini mengandalkan big data untuk memonitor pergerakan isu Pilgub Jatim di media massa berbasis online dan media sosial. Ipol melakukan survei sejak tiga bulan lalu.

IT diandalkan oleh Ipol mengacu pada perubahan kultur masyarakat yang dipengaruhi oleh pesatnya perkembangan internet sehingga memunculkan yang disebut generasi Y atau yang disebut generasi milenial. "Generasi Y ini lahir antara 1981-1994," kata Chief Executive Officer (CEO) iPOL, Petrus Hariyanto, di Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu, 1 November 2017.

Ipol memantau pemberitaan di media online, televisi, cetak, dan obrolan di media sosial terkait konten Pilgub Jatim selama tiga bulan terakhir. Delapan belas nama dipantau berdasarkan kuantitas berita yang mengaitkan nama mereka dalam manuver-manuver maupun isu Pilgub Jatim. 

Nama Khofifah bertengger di posisi pertama (4.778 berita), Saifullah Yusuf alias Gus Ipul (4.357), Abdullah Azwar Anas (2.377), La Nyalla Mattalitti (1.024), Tri Rismaharini atau Risma (756), Kusnadi (670), lalu Emil Dardak (624 berita). Adapun AHY cuma terekspose 247 pemberitaan. 

Hingga kini, Khofifah konsisten di posisi teratas mewarnai isu Pilgub Jatim di media massa, diikuti Gus Ipul dan Azwar Anas. Yang menarik, intensitas pemberitaan Emil Dardak menyalip Risma dua bulan terakhir dan terus meningkat sebulan terakhir ini. Emil diwacanakan mendampingi Khofifah. "Emil trennya naik sejak Oktober ini," tutur Petrus.

Lalu, siapa yang pantas mendampingi Khofifah berdasarkan survei dan analisis teknologi politik Ipol itu? Petrus menjelaskan bahwa Emil Dardak paling sering diasosiasikan dengan Khofifah di media massa sebulan terakhir ini, setelah itu Risma dan Nurwiyatno. Tetapi AHY, kata Petrus, berpotensi mendongkrak tingkat keterpilihan Khofifah.

Khofifah merajai pemberitaan karena posisinya sebagai menteri sosial. Dengan sendirinya manuver politik pada Pilgub Jatim terekspose. Tetapi di media sosial, Gus Ipul lebih ramai jadi bahan obrolan dibanding Khofifah.

Hasil survei itu bisa saja berubah jika nanti ketua umum Muslimat NU itu resmi mundur dari menteri. "Di sini lah tantangan bagi Gus Ipul," kata Petrus. 

Ahli dari Ipol, Maman Suherman, menjelaskan bahwa generasi Y menentukan politik kali ini. Generasi Y biasa bersosialisasi di medsos dan akrab dengan telepon pintar.

Karena itu, siapa pun kandidat yang mampu mengelola pemberitaan dan tren obrolan medsos secara apik, dimungkinkan merengkuh suara secara signifikan. "Indonesia negara paling cerewet di dunia di Twitter," ujarnya.

Sebagian pengamat menyebutkan Pilgub Jatim kali ini bicara kontestasi bakal calon wakil gubernur. Khofifah disarankan menggandeng pasangan yang bisa menyaingi Abdullah Azwar Anas yang digandeng Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. Sementara ini tiga nama paling berpeluang digandeng Khofifah, yakni Emil Dardak, AHY, dan Ipong Muchlissoni.