Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 3 November 2017 | 10:35 WIB
  • Jokowi akan Panggil Kapolri Minta Laporan Kasus Novel

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Eduward Ambarita
Jokowi akan Panggil Kapolri Minta Laporan Kasus Novel
Photo :
  • Agus Rahmat/VIVA.co.id
Presiden Joko Widodo (Tengah).

VIVA – Presiden Joko Widodo menyatakan akan memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menanyakan perkembangan kasus penyerangan kepada penyidik KPK Novel Baswedan. Ia ingin mengetahui kelanjutannya dari laporan Kapolri Tito Karnavian.

"Kapolri (nanti) saya undang, saya panggil. Diprosesnya sudah sejauh mana, yang jelas semua masalah harus gamblang," kata Jokowi usai peresmian Tol Becakayu di Bekasi, Jawa Barat, Jumat 3 November 2017.

Jokowi menegaskan, kasus penyiraman air keras terhadap Novel harus tuntas sampai ditemukannya pelaku penyerangan.

Hampir enam bulan lamanya sejak Novel diteror oleh orang tak dikenal hingga kini pun kasus ini masih menguap. Polisi belum ada titik terang atau mengarah siapa pelakunya yang akan diungkap. "Harus tuntas (pengusutan kasus penyerangan Novel)," ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah mantan pimpinan KPK yakni Bambang Widjojanto, Abraham Samad, Busyro Muqoddas, dan Mochammad Jasin menyambangi kantor KPK, Selasa 31 Oktober 2017.

Kedatangan mereka diikuti sejumlah aktivis antikorupsi hendak mendorong kepada pimpinan KPK saat ini untuk membentuk Tim Pencari Fakta kepada Presiden Jokowi terkait kasus penyerangan Novel.

Pada kesempatan itu, Abraham Samad mengatakan, kasus penyerangan Novel apabila tidak dituntaskan bisa mengganggu keberadaan KPK dalam melakukan kerja-kerja pemberantasan korupsi. Terlebih, menurut Abraham, belakangan ini banyak serangan yang dialamatkan kepada lembaga antirasuah tersebut.

Kasus teror terhadap Novel terjadi pada Selasa, 11 April 2017. Novel disiram air keras seusai salat subuh di masjid di dekat rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. (one)