Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 3 November 2017 | 16:29 WIB
  • Geger Jejak Candi Kerajaan Sriwijaya di Makam Ki Rangga

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Aji YK Putra (Palembang)
Geger Jejak Candi Kerajaan Sriwijaya di Makam Ki Rangga
Photo :
Lokasi temuan candi zaman Kerajaan Sriwijaya di Palembang.

VIVA – Susunan batu bata yang diduga bagian dari bangunan candi di zaman Kerajaan Sriwijaya ditemukan di area pemakaman keluarga Ki Rangga Wirasantika di Jalan Talang Kerangga, Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang, Sumatera Selatan.

Penemuan itu bermula, ketika zuriat (keturunan) Ki Rangga Wirasantika bermaksud hendak membenahi makam nenek moyang mereka, agar bisa dijadikan tempat wisata bersejarah yang dikelola keluarga. 

Namun, saat lokasi akan dibersihkan, di sekitar gerbang pemakaman ditemukan tumpukan batu bata besar tersusun seperti anak tangga.

Dari temuan batu bata itulah, penggalian besar-besaran dilakukan hingga akhirnya ditemukan lagi batu bata kuno bermotif bunga cina seperti bentuk kain songket khas Palembang. Batu bata ini ditemukan di samping makam.

Balai Arkeologi Palembang menduga di area pemakaman Ki Rangga Wirasantika dahulunya berdiri candi. Candi itu diduga dibangun pada zaman Kerajaan Sriwijaya atau sebelum adanya Kesultanan Palembang. 

FOTO: Batu bata motif bunga cina yang ditemukan.

Arkeolog Retno Purwanti mengatakan, dataran tinggi di makam tersebut selama abad ke 7 Kerajaan Sriwijaya, sering dijadikan tempat ibadah umat Hindu. Setelah runtuhnya Kerajaan Sriwijaya dan beralih Kesultanan Palembang, lokasi tersebut dibangun tempat pemakaman Sultan Palembang.

"Berdasarkan dari sejarah, Ki Rangga Wirasantika adalah arsitek Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo atau SMB 1 dan membangun tempat pemakaman untuk sultan di sini," kata Retno, Jumat, 3 November 2017. 

Karena bentuk dari arsitek bangunan yang dibuat Ki Rangga Wirasantika seperti motif perempuan, SMB 1 akhirnya menolak pemakaman tersebut.

Sehingga pemakaman Sultan Palembang dibangun lagi di kawasan Bombaru bernama Kawah Tengkurep. Sementara pemakaman yang sudah dibangun untuk Sultan, dipakai sebagai tempat makam keluarga Ki Rangga Wirasantika. “Seluruh lokasi makam, dijadikan untuk keluarga. Karena Sultan tidak mau," ujarnya.

Selain itu, dari tulisan gerbang makam, bangunan tersebut berdiri sejak 1142 Hijriah atau 1730 masehi. "Kita akan mendalami dulu temuan ini. Tapi melihat dari bentuknya mirip dengan bangunan candi di Jawa Tengah," kata dia.

FOTO: Petugas Balai Arkeologi Palembang memeriksa lokasi temuan candi.

Heri Sutanto, Humas Zuriat Ki Rangga Wirasantika mengatakan, pengelolaan lokasi makam yang dulunya sempat dihuni penduduk ini, menggunakan dana pribadi keluarga.

"Dulunya lokasi pemakaman ini rimbun, bahkan sudah ada rumah warga. Setelah kita ganti rugi, warga pindah dan kita lakukan pengelolaan lokasi,"kata Heri.

Inisiatif untuk diperbaikinya lokasi pemakaman, lantaran untuk mengenang sejarah dari Ki Rangga Wirasantika yang merupakan arsitek Sultan Palembang. 

"Sehingga warga dan keturunan bisa berkunjung di tempat ini. Kita juga bermaksud menjadikan tempat pariwisata bersejarah," ujarnya.

Dengan temuan itu, pihak keluarga akan menyerahkan sepenuhnya kepada Balai Arkeologi untuk kembali diteliti tentang sejarah dugaan candi Kerajaan Sriwijaya itu.