Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 5 November 2017 | 23:20 WIB
  • Empat Wisatawan Terseret Arus, Satu Ditemukan Tewas

  • Oleh
    • Ezra Natalyn,
    • Syaefullah
Empat Wisatawan Terseret Arus, Satu Ditemukan Tewas
Photo :
  • Dokumentasi BNPB
Banjir bandang di Probolinggo

VIVA – Sebanyak empat orang wisatawan terseret arus banjir bandang saat mandi di lokasi wisata Air Umbulan, Desa Sukapura, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, Minggu, 5 November 2017. 

"Debit sungai cepat meningkat menyebabkan 4 orang tidak sempat naik ke permukaan. Mereka hanyut terserat banjir bandang," kata Kepala Pusat Data Informasi Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Namun dua orang bernama Zainul Arifin (24) dan Ahmad Basori (15) berhasil selamat setelah berpegangan pada batu. Dua orang merupakan warga Kelurahan Kademangan Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. 

Sementara itu, dua orang yang tenggelam, salah satunya ditemukan setelah dilakukan pencarian oleh Tim SAR, BPBD Probolingo, TNI, Polri, Basarnas dan Dinas Pariwisata.  "Korban bernama Ferdiansah (14) warga Kelurahan Kademangan RT 03 RW 06 ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Muara Sungai Pesisir," ujarnya. 

Sutopo menuturkan, bahwa jarak antara lokasi wisata Air Umbul dengan Muara Sungai Pesisir cukup jauh karena melalui 5 kecamatan.  "Saat ini korban dibawa ke RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo," katanya menambahkan.

Sedangkan satu orang yang hanyut bernama Lukman (22) masih belum ditemukan oleh tim gabungan. Pencarian korban akan dilanjutkan besok pagi karena kondisi gelap dan aliran sungai makin deras. 

Ia menjelaskan, bahwa sungai itu memang jalur lahar dingin Gunung Bromo sewaktu erupsi. Kondisi cuaca saat kejadian di sekitar wilayah Gunung Bromo seperti di Ngadisari dan sekitarnya diguyur hujan deras cukup lama sehingga terjadi peningkatan debit air sungai.

Curah hujan akan terus meningkat seiring memasuki musim penghujan. Kejadian banjir, longsor dan puting beliung atau angin kencang akan meningkat pula. 

Untuk itu masyarakat diimbau untuk hati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. Jika di bagian hulu terjadi hujan hendaknya masyarakat mengurangi aktivitas di sekitar sungai. Kondisi daerah aliran sungai yang semakin kritis juga makin meningkatkan potensi banjir bandang. (mus)