Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 6 November 2017 | 07:44 WIB
  • Begini Cara Unik Brimob Peringati HUT ke-72

  • Oleh
    • Dusep Malik,
    • Nur Faishal (Surabaya)
Begini Cara Unik Brimob Peringati HUT ke-72
Photo :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal
Satuan Brimob Polri saat napaktilas pendirinya.

VIVA – Korps Brigade Mobil Kepolisian RI memperingati ulang tahunnya ke-72 pada Minggu, 5 November 2017. Di Surabaya, puluhan anggota Satuan Brimob Kepolisian Daerah Jawa Timur merayakannya dengan menapaktilasi Bapak Brimob Indonesia, mendiang Komisaris Jenderal Polisi Mohammad Yasin. 

Peringatan HUT Brimob digelar dengan dua cara. Yakni bersepeda bareng dari Monumen Kepolisian RI di Raya Darmo Surabaya sampai Markas Komando Brimob di Kelapa Dua, Jakarta. Cara kedua ialah napaktilas perjuangan polisi M Yasin dengan cara berjalan kaki dari Monumen Polri di Surabaya hingga Markas Komando Brimob di Madiun. 

Pemberangkatan peserta bersepeda bareng dilepas oleh Wakil Kepala Polda Jatim, Brigadir Jenderal Polisi Awan Samudra. Kegiatan itu bertajuk Tour de Java. Adapun jalan kaki Surabaya-Madiun oleh puluhan anggota Brimob dilepas oleh Wakil Komandan Korps Brimob Polri, Brigadir Jenderal Polisi Irianto.

Dia mengatakan, napaktilas dilakukan untuk menumbuhkan semangat kepahlawanan seperti dicontohkan oleh Polisi Yasin. "Seperti dikatakan banyak orang, jangan lupakan jasa para pahlawan," jelasnya. 

Untuk Gowes Tour de Java, kegiatan bersepeda santai itu dilaksanakan serentak oleh seluruh Markas Brimob di Indonesia. Setiap Polda memilih rute-rute kepahlawanan di daerahnya masing-masing. "Polda Jatim start-nya di Monumen Polri di Surabaya," kata Irianto.

Komjen Pol Mohammad Yasin dikenal sebagai pendiri Brimob Polri. Pada 21 Agustus 1945, dia yang menjabat Komandan Tokubetsu Keisatsutai atau Polisi Istimewa Surabaya, melakukan tindakan mempertahankan kemerdekaan RI setelah diproklamirkan Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945.

Empat hari setelah proklamasi kemerdekaan tersebut, Polisi Istimewa Surabaya memproklamirkan pembubaran Tokubetsu Keisatsutai, Kepolisian bentukan Jepang, dan mendukung pembentukan Polisi Indonesia. Oleh Presiden Joko Widodo, dia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 5 November 2015. (ren)