Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 6 November 2017 | 10:18 WIB
  • Ribuan Polisi Amankan Pernikahan Kahiyang

  • Oleh
    • Syahrul Ansyari,
    • Fajar Sodiq (Solo)
Ribuan Polisi Amankan Pernikahan Kahiyang
Photo :
  • VIVA.co.id/ Fajar Sodiq.
Polisi gelar apel pengamanan pernikahan Kahiyang Ayu, Senin, 6 November 2017.

VIVA – Kepolisian Daerah Jawa Tengah mengerahkan sebanyak 3.669 personel untuk mengamankan pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, dan Bobby Nasution. Untuk persiapan pengamanan digelar apel pengamanan pasukan di parkir Stadion Manahan, Solo, Senin, 6 November 2017.

Apel pengamanan tersebut ditandai dengan pengecekan persiapan yang dilakukan Karo Ops Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Hariyanto, yang didampingi Kapolresta Solo, AKBP Hari Ribut Wibowo. Selain itu, apel tersebut juga ditandai dengan penyematan pita operasi.

Apel gelar pasukan pengamanan dipimpin oleh Karo Ops Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Hariyanto. Dalam sambutannya, ia mengatakan, operasi pengamanan pernikahan putri Presiden di Solo bernama sandi Operasi Bengawan Candi 2017. Operasi tersebut akan digelar 6-9 November 2017.

"Operasi Bengawan Candi digelar dalam rangka mengamankan pernikahan putri Presiden," kata Hariyanto.

Operasi tersebut melibatkan tiga ribu lebih personel polisi. Mereka berasal dari semua jajaran polres yang ada di wilayah Polda Jawa Tengah.

"Yang bergabung dalam operasi ini berasal dari berbagai polres di Jawa Tengah, ada yang dari Cilacap, Blora, Wonogiri, dan lainnya," ujarnya.

Dalam pengamanan tersebut, ia berharap para anggota untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada para tamu dan masyarakat. "Berikan pelayanan kepada yang hadir dalam resepsi pernikahan," katanya.

Ia pun meminta kepada anggota untuk tetap menjaga kesehatan selama menjalankan operasi pengamanan. Alasannya, operasi pengamanan acara pernikahan akan berlangsung hingga 9 November 2017.

"Jaga kesehatan, karena tugas empat hari di sini, jangan sampai sakit. Karena tidurnya tidak representatif, tidurnya di kelurahan, losmen, dan kos-kosan. Tidak di hotel karena penuh," tuturnya.