Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 6 November 2017 | 13:43 WIB
  • Jokowi: Petani Penggarap Hutan Tak Diganggu Selama 35 Tahun

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Ahsani (Madiun)
Jokowi: Petani Penggarap Hutan Tak Diganggu Selama 35 Tahun
Photo :
  • VIVA.co.id/Ahsani
Presiden Joko Widodo menyerahkan Izin Pemanfaatan Hutan bagi para petani di tiga kabupaten di Jawa Timur, yaitu Madiun, Tuban, dan Tulungagung, pada Senin, 6 November 2017.

VIVA – Presiden Joko Widodo menyerahkan Izin Pemanfaatan Hutan untuk para petani di tiga kabupaten di Jawa Timur, yaitu Madiun, Tuban, dan Tulungagung, pada Senin, 6 November 2017.

Presiden menyerahkan secara simbolik izin itu kepada lima gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang mencakup 1.662 kepala keluarga di Desa Dungus, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Lahan hutan yang dipercayakan pemanfaatannya kepada petani total seluas 2.890,65 hektare.

Izin itu, menurut Jokowi, adalah izin untuk mengelola lahan selama 35 tahun. "Dengan izin ini, petani tidak akan lagi diganggu selama petani menggarap dengan benar. Syaratnya, para petani wajib bekerja keras dan menanami lahan itu dengan baik. Jika tidak ditanami atau ditelantarkan akan dicabut izinnya,” katanya.

Kepala Negara mendengarkan keluh keluh kesah petani penggarap, misalnya seputar komoditas jagung. Jokowi mengatakan, jagung memang menjadi komoditas yang menggembirakan, tidak seperti pada tahun 2015.

Presiden bercerita, pada tahun 2015, di Dompu, Nusa Tenggara Timur, petani mengeluh karena harga jagung kala itu terlalu rendah, Rp1.500-1.700 per kilogram. Pemerintah kemudian menerbitkan peraturan yang menetapkan harga jagung Rp2.700 per kilogram dan sejak itu pula impor jagung dihentikan.

Alhasil, katanya, saat itu atau awal 2015, impor jagung mencapai 3,6 juta ton. Kebutuhan jagung secara nasional pun terpenuhi dari produksi dalam negeri, tak lagi dari impor.

Presiden berharap, masyarakat yang memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar berhati-hati dalam penggunaannya. Jangan sampai uang yang didapat dari KUR itu digunakan untuk membeli barang konsumtif. “Gunakan sebaik-baiknya untuk modal usaha dan investasi usaha,” katanya. (mus)