Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 7 November 2017 | 00:00 WIB
  • Andra Matin: Harus Ada Ide-ide Segar di SMLYAC 2017

  • Oleh
    • Ririn Aprilia
Andra Matin: Harus Ada Ide-ide Segar di SMLYAC 2017
Photo :
Arsitek ternama Indonesia Andra Matin

VIVA – Salah satu arsitek ternama Indonesia Andra Matin kembali ambil peran sebagai juri Sinar Mas Land Young Architecture Competition 2017. Kompetisi ini mengundang para mahasiswa atau lulusan arsitektur untuk merencanakan dan mendesain bangunan serta lingkungan di kawasan BSD City yang merupakan salah satu proyek Sinar Mas Land ini, Andra berharap bisa melihat perspektif baru dari para peserta dalam lomba SMLYAC 2017.

Karena para peserta dalam kompetisi ini adalah mahasiswa atau lulusan baru, maka ide-ide yang mereka hadirkan tentunya akan berbeda dengan para profesional yang sudah lama berpraktek. Jadi, Andra akan sangat menghargai bila ada peserta yang memiliki pemikiran dari para profesional itu.

"Mahasiswa ini adalah anak-anak milenial, anak sekarang, tentu cara hidup mereka atau cara hidup yang akan mereka bangun ini membawa perspektif dari generasi yang sama. Nanti yang akan tinggal juga kira-kira usianya tidak terpaut jauh, sehingga cara hidup yang peserta buat ini akan mewakili," ujar Andra saat berbincang di kediamannya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.

Hal inilah yang membuat Andra semangat melihat perspektif baru yang dibawa para mahasiswa ini. Misalnya saja, perubahan hunian dimana dulu orang suka bila rumahnya memiliki ruang tamu. Atau, di zaman dahulu orang selalu meletakkan kamar mandi atau tempat buang air jauh di belakang rumah. Di era milenial ini, mungkin ruang tamu sudah tidak lagi menjadi elemen penting dalam sebuah hunian.

Kemudian, orang datang berkunjung ke rumah hanya bila ada janji saja, atau hanya menerima kunjungan orang terdekat. Jadi, segala hal sudah sangat berbeda dengan kebiasaan orang dulu.

Selain itu, Andra berharap ada kejutan dari kompetisi tahun ini. Meski secara kriteria penilaian tidak ada perbedaan mencolok, namun hasil kreativitas yang berbeda sangat dinantikannya. Apalagi dari setiap angkatan mahasiswa pasti memiliki latar belakang sosial dan ekonomi yang memengaruhi hasil kreasi mereka. Jadi, Andra menantikan adanya ide-ide segar, sesuatu yang tidak pernah terpikir sebelumnya baik dari para juri maupun dari Sinar Mas Land.

"Kemudian itu juga bisa di-publish oleh Sinar Mas Land dan menjadi inspirasi baru, apalagi inspirasi dari adik-adik mahasiswa biasanya out of the box," imbuh Andra.

Tak hanya bagi penyelenggara, kompetisi ini juga bisa memberikan banyak manfaat bagi peserta. Andra menyebut, salah satunya adalah para peserta ini mendapat gambaran peta dari para pesaing seangkatannya. Misalnya, mereka bisa melihat seperti apa karya dari para mahasiswa Universitas Indonesia, atau seperti apa karya angkatan yang baru saja lulus. Selain itu, mereka juga bisa melihat cara presentasi dari para pesaing mereka yang bisa menjadi masukan berharga.

Kesempatan kompetisi seperti ini juga dinilai Andra sebagai peluang luas biasa, karena semakin banyak kompetisi yang digelar, maka semakin banyak pula peluang pertemuan para mahasiswa yang bisa memacu kreativitas mereka.  

Sinar Mas Land kembali menggandeng Ikatan Arsitek Indonesia atau IAI untuk menyelenggarakan SMLYAC 2017. Periode lomba berlangsung pada 17 September-12 November 2017. Terdapat tiga kategori lomba di kompetisi ini yaitu, Residential Development, Commercial Development dan Digital Working Space Development. Total hadiah mencapai  Rp450 juta, syarat dan ketentuan dapat dilihat di www.smlyac.com.(webtorial)