Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 6 November 2017 | 19:24 WIB
  • KPK Didesak Usut Dua Penyidiknya

  • Oleh
    • Syahrul Ansyari
KPK Didesak Usut Dua Penyidiknya
Photo :
  • ANTARA/Hafidz Mubarak A
Gedung KPK, Jakarta.

VIVA – Ketua Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Azhar Simanjuntak, mendesak KPK mengusut dua penyidiknya dari kepolisian, yang diduga merusak barang bukti kasus suap impor daging sapi secara hukum. Dia menilai tindakan tersebut memiliki unsur pelanggaran pidana.

"Itu harus diungkap ya, hilangkan barang bukti kan sudah jelas tindak pidana ya. Jadi harus diusut secara pidana," kata Dahnil saat dihubungi, Senin, 6 November 2017.

Tokoh yang dikenal sebagai sahabat Novel Baswedan itu juga mendesak KPK mengusut dan memanggil semua pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini, termasuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Harus (panggil kapolri). Kalau ada tindak pidana, siapapun yang terlibat kan harus dipanggil," tegasnya. [Baca: Melanggar, KPK Pulangkan Dua Penyidiknya ke Polri].

Sebelumnya, KPK telah mengembalikan dua penyidik kepada kepolisian, yaitu AKBP Roland Rinaldy, dan Kompol Harun, kepada Polri. Ini lantaran keduanya menghapus nama petinggi kepolisian yang menerima aliran suap kasus impor daging sapi dalam salah satu dokumen yang diperoleh KPK dalam kasus tersebut.

Kasus korupsi impor sapi ini telah menyeret mantan Hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar dan Dirut PT Impexindo, Basuki Hariman. Keduanya telah divonis bersalah oleh pengadilan. (ren)