Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 7 November 2017 | 17:37 WIB
  • JK: Tim Pencari Fakta Kasus Novel Baswedan Tak Perlu

  • Oleh
    • Harry Siswoyo,
    • Lilis Khalisotussurur
JK: Tim Pencari Fakta Kasus Novel Baswedan Tak Perlu
Photo :
  • ANTARA FOTO/Minalisa
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan bersama istri Rina Emilda dan anak bungsunya saat di Singapura, 15 Agustus 2017.

VIVA – Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai usulan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk kasus penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan tidak diperlukan.

"Tidak semua harus TGPF. Tergantung pandangan. Kalau Polri masih optimis bisa dan kita mendorong bisa. (Jadi) Tidak perlu (TGPF)" kata JK di Jakarta, Selasa 7 November 2017.

Maka, dia mengingatkan Polri untuk lebih serius menyelesaikan kasus penyerangan atas Novel pada medio April lalu itu.

Kapolri Jenderal<a class='auto-tokoh' title='Profil Tito Karnavian' href='http://m.viva.co.id/siapa/read/113-tito-karnavian?ref=vivasiapa'> Tito Karnavian </a>menunjukkan sketsa wajah terduga pelaku penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (31/7/2017)

FOTO: Kapolri Jenderal Tito Karnavian menunjukkan foto rekayasa pelaku penyerangan Novel Baswedan

"Harus serius dan saya yakin polisi akan serius. Mungkin perkaranya sulit memang, kita tetap puji keseriusan polisi, mudah-mudahan tidak dalam waktu lama bisa diungkap," kata JK.

Novel mendapat serangan terbuka, berupa penyiraman air keras di wajahnya. Akibat ini salah satu bola mata Novel mengalami kerusakan akut dan terancam kebutaan.

Saat ini, penyidik yang beberapa kali sempat berseteru dengan polisi atas kasus korupsi di tubuh Polri itu sedang menjalani perawatan di Singapura.

Lebih dari tiga bulan, polisi hingga kini mengaku belum menemukan titik terang siapa pelaku penyerang Novel. (ren)