Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 8 November 2017 | 22:21 WIB
  • Bidik April 2018, Pengerjaan Bandara Kertajati Dikebut

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Adi Suparman (Bandung)
Bidik April 2018, Pengerjaan Bandara Kertajati Dikebut
Photo :
  • VIVA.co.id/Adi Suparman
Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, diperkirakan rampung dan dapat dioperasikan pada 2018.

VIVA – Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dipercepat untuk mengejar target terlaksananya soft lounching pada April 2018.

Proyek senilai Rp2,6 triliun ini sebelumnya akan diuji coba pada Februari 2018. Direktur Utama BIJB, Virda Dimas Ekaputra menjelaskan, percepatan proyek dilakukan agar kesiapan teknis operasi bandara maksimal.

Khususnya, kata dia, terhadap pelayanan navigasi penerbangan yang dioperasikan AirNav Indonesia. "Kalau kesiapan keseluruhan itu bisa dilakukan 1 April 2018. Kami kerjakan 24 jam nonstop," ungkap Virda kepada VIVA.co.id, Rabu 8 November 2017.

Ia menuturkan progres pengerjaan secara keseluruhan per 31 Oktober 2017 mencapai 66,5 persen. Luas lahan yang  mencapai 1,800 hektare dan dilengkapi Aerocity ini dikerjakan oleh tiga kontraktor.

Paket pertama, di antaranya pembangunan infrastruktur oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan progres pengerjaan 97,74 persen, di mana salah satunya, pengerjaan Area Ramp simpang susun tuntas 100 persen, dan sisa paket pengerjaan ditargetkan rampung akhir bulan ini.

"Lingkup pekerjaan infrastruktur ini seperti jalan, drainase, lansekap parkir dan ramp simpang susun," tuturnya.

Sedangkan untuk paket kedua, di antaranya pembangunan gedung terminal penumpang oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, dengan progres pengerjaan 52,59 persen.

"Untuk tahap dua ini yang dikerjakan adalah interior, atap utama, elektrikal dan plumbing, atap boarding lounge, bird eye view dan arsitektur kom ACP," katanya.

Pada paket ketiga, di antaranya pengerjaan gedung operasional oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencapai 90,33 persen.

Di paket terakhir ini, Waskita bertanggungjawab atas pengerjaan penunjang operasional bandara yaitu Incenerator, Meteorologi, Ground Water Tank, jalan kawasan, Sub Station dan perangkat keamanan kebakaran bandara.