Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 9 November 2017 | 00:15 WIB
  • Indonesia Berpotensi Jadi Pemain Periklanan Terbesar di Asia

  • Oleh
    • Eko Priliawito,
    • Bobby Andalan (Bali)
Indonesia Berpotensi Jadi Pemain Periklanan Terbesar di Asia
Photo :
  • Bobby Andalan/ Bali
kongres periklanan terbesar di Asia digelar di Nusa Dua, Bali.

VIVA – Kongres AdAsia ke-30, yang merupakan kongres periklanan terbesar di Asia digelar di Nusa Dua, Bali. Acara yang dihadiri 1.500 peserta dari 16 negara itu mengangkat tema 'Globalisasi-Advanving New Possibilities'.

Indonesia berhasil menjadi tuan rumah setelah Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) itu memenangkan penyelenggaraan even dua tahunan ?yang diselenggarakan oleh Asian Federation of Advertising (AFAA). Indonesia berhasil menyingkirkan Thailand dan Filipina.

Kepala Hubungan Internasional PPPI, Maya Antono menjelaskan, pertemuan ini merupakan ajang bergengsi bagi pelaku usaha, pakar bisnis dan marketing untuk berbagi pengalaman dan bertukar ide kreatif. ?Pengembangan jaringan bisnis sudah barang tentu menjadi salah satu target sasaran penyelenggaraan acara ini. Kemudian untuk mencari solusi yang akan dialami para pebisnis periklanan di kawasan Asia Pasifik.

"Forum ini juga akan mempelajari perkembangan terkini yang terjadi di industri periklanan dunia. Peserta nantinya dapat bertukar pengalaman dan ide kreatif di forum ini, di samping mengembangkan jejaring bisnisnya," jelas Maya di Bali Nusa Dua Convention Center (?BNDCC), Rabu 8 November 2017.

Indonesia kata Maya, berpotensi besar menjadi salah satu negara di Asia dalam perkembangan industri periklanan. Hal itu mengingat Indonesia memiliki ribuan brand aktif di pasaran dan ratusan perusahaan periklanan.

"Indonesia memiliki 8.000 brand yang aktif di pasar dan 400 perusahaan di bidang periklanan, dengan hitungan sekitar Rp120 triliun uang yang beredar di industri setiap tahunnya," ujarnya.?

Pada pertemuan ini puluhan pembicara dunia hadir di antaranya Guyon Kawasaki, David Coulthard, Piotr Jakubowski, Azwan Osman Rani, Shelina Janmohamed dan lainnua. Ada juga Kofi Annan, mantan Sekretaris Jenderal PBB dan penerima penghargaan Nobel Perdamaian dunia sebagai keynote speaker dengan mengusung topik bagaimana bisnis dapat menjadi bagian penting dalam sebuah perubahan positif.